Berita

Foto/Net

X-Files

KPK Usut Penunjukan Langsung Pemasok Batubara PLTU Riau 1

Periksa Kadiv PLN & Eks Dirut PLN BB
KAMIS, 29 NOVEMBER 2018 | 08:16 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua pejabat PLN, Harlen dan Suwarno. Mereka dicecar soal penunjukan langsung PT Samantaka Batubara sebagai pemasok bahan bakar PLTU Riau 1.

"Apakah (penunjukan langsung) sesuai aturan atau tidak," kata juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan isi pemeriksaan kedua pejabat PLN.

Harlen menjabat Kepala Divisi Batubara PLN. Merangkap Komisaris di PT PLN Batubara (BB), anak usaha PLN. Sementara,Suwarno kini Kepala DivisiPengembangan Regional Sulawesi PLN. Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN BB.


Penyidik komisi antirasuah juga mengorek mengenai lobi-lobi menggolkan PT Samantaka sebagai pemasok batubara PLTU Riau 1. "Pertemuan di salah satu hotel," ungkap Febri.

Harlen terlihat datang ke KPK hanya membawa satu bundel tipis dokumen. Kali ini, jebolan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 1993 itu diperiksa untuk perkara Idrus Marham, mantan Sekjen Partai Golkar dan Menteri Sosial.

Harlen pernah diperiksa pada 16 Agustus 2018 lalu. Saat itu untuk perkara Eni Maulani Saragih, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar.

Dari persidangan Johanes Budisutrisno Kotjo, pemilik saham Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd terungkap, konsor­sium penggarap proyek PLTU Riau 1 ditetapkan lewat penun­jukan langsung.

Konsorsium ini terdiri dari PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PJBI)--anak usaha PT PJB, PT PLN BB, China Huadian Engineering Corporation (CHEC), dan BNR. Sedangkan PT Samantaka, anak usaha BNR bakal menjadi pemasok batubara.

Pada 18 Agustus 2017, PLN BB menandatangani nota kesepahaman kontrak kerja sama dengan PT Samantaka. Masing-masing pihak memegang salinannya. Dokumen bernomor 010/NK/DIRPLNBB/2017 di­pegang PLN BB. Sedangkan PT Samantaka dokumen nomor 001/ SBB-MOU-PLNBB/2017.

Perjanjian ini merupakan kesepakatan awal menuju kontrak induk konsorsium. Kontrak in­duk (heads of agreement) akhirnya diteken pada 14 September 2017 di kantor pusat PLN. Ditandatangani Dirut PT PJB Iwan Agung Firstantara, Plt Dirut PLN BB Suwarno, perwakilan CHEC Wang Kun, CEO BNR Rickard Philip Cecile, dan Dirut PT Samantaka Rudy Herlambang.

Pada tanggal dan tempat sama, ditandatangani perjanjian kon­sorsium oleh Dirut PT PJBI Gunawan Yudi Hariyanto, Wang Kun dan Rickard Philip Cecile. Perjanjian ini lalu dilampirkan dalam proposal proyek PLTU Riau 1 ke PLN.

Pada 6 Oktober 2017, PLN menerbitkan Letter of Intent (LoI) proyek PLTU Riau 1. Sampai tahap ini berlangsung mulus. Kendala muncul menjelang per­janjian pembelian listrik (power purchase agreement/PPA).

CHEC sebagai penyandang modal proyek keberatan dengan masa pengendalian hanya 15 tahun. Perusahaan itu ingin 20 tahun. Idrus dan Eni mendamp­ing Kotjo untuk menyampaikan keberatan pihak CHEC. Mereka menemui Dirut PLN Sofyan Basir di rumah pribadi.

Usai pertemuan itu, disepakati perjanjian konsorsium akan dia­mandemen. Amandemen diteken pihak PT PJB Indonesia, CHEC dan BNR.

Kotjo menjanjikan fee 2,5 persen dari nilai proyek US$900 juta kepada Idrus dan Eni. Fee akan diberikan setelah proses kesepakatan proyek selesai. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya