Berita

Putin/Net

Dunia

AS-China Perang Dagang, Rusia Untung

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 22:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Meningkatnya gesekan perang dagang antara China dan Amerika Serikat saat ini memberi keuntungan bagi Rusia. Situasi tersebut membuka pintu bagi para produsen Rusia untuk memasuki pasar China.

Begitu kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam forum investasi global di Moskow yang digelar hari ini (Rabu, 28/11).

"Menurut perkiraan WTO, pembatasan timbal balik yang baru-baru ini diberlakukan oleh negara-negara G20 mengurangi perdagangan global hampir 500 miliar dolar AS Adakah yang tertarik dengan ini, termasuk ekonomi besar seperti Amerika Serikat? Bagi kami ini menciptakan peluang-peluang tertentu," kata Putin, menjelaskan bahwa Rusia akan memasok kedelai ke China, dan bukan Amerika Serikat.


"Amerika Serikat dipasok dalam jumlah besar, sekarang kami akan mengantarkan. Kami setuju dengan teman-teman China kami bahwa kami akan menyediakan daging unggas dan beberapa barang lainnya. Namun faktanya, orang Amerika sendiri secara sukarela meninggalkan pasar ini, pasar yang sangat besar," sambungnya seperti dimuat Russia Today.

Amerika Serikat dan China diketahui terlibat dalam kebuntuan atas neraca perdagangan, rahasia teknologi dan akses pasar sejak Mei lalu. Saat itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui kenaikan tarif senilai miliaran dolar AS atas impor China.

Sejauh ini, Washington telah memberlakukan bea masuk atas barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS. Sementara Beijing membalas dengan pungutan tarif 60 miliar dolar AS atas impor Amerika Serikat. China pun berhenti membeli minyak Amerika Serikat. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya