Berita

Kapitra Ampera/Net

Politik

Bekas Pengacara Rizieq Shihab Minta Ijtima Ulama Dukung Prabowo-Sandi Dievaluasi

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 | 18:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mantan pengacara M. Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menyayangkan sikap Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang menoleransi rencana Australia memindahkan Kedutaan Besar-nya di Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem.

Menurut Kapitra yang saat ini berstatus Caleg PDI Perjuangan, sikap Prabowo tersebut sangat berlawanan dengan sikap mayoritas umat Islam dan ulama di Indonesia yang menentang pengakuan Yerussalem sebagai ibukota Israel.

"Bagaimana mungkin kontradiktif, satu sisi umat Islam siap mati dan menumpahkan darah untuk membela Palestina, di sisi lain ada sebagian umat Islam dan ulama mendukung Prabowo yang menghargai Australia membuka kedubesnya di sana," kata Kapitra, Selasa (27/11).


Salah satu tokoh sentral Aksi 212 ini meminta para ulama penyelenggara Ijtima Ulama untuk mengevaluasi dukungannya kepada Prabowo untuk Pilpres 2019.

"Jadi untuk itu saya meminta kepada ulama untuk mengkaji ulang dukungannya kepada Prabowo. Karena bagi kita Palestina itu adalah benteng terakhir. Kalau Palestina bobol, maka Makkah dan Madinah juga akan bobol. Siapapun akan dikuasai Yahudi," ujar Kapitra dalam keterangannya.

Namun, jika dukungan itu masih berlanjut dan mereka terus mengkampanyekan Prabowo untuk memenangkap Pilpres, Kapitra menilai para ulama di Ijtima Ulama tidak berpihak pada kepentingan umat Islam.

"Ya harus dievaluasi, kenapa? Karena jika tidak ada evaluasi dari ulama yang ikuti Ijtima Ulama kemarin, berarti keberpihakannya kepada Islam patut juga kita ragukan," tegasnya.

Sementara terkait dengan maraknya aksi protes dari elemen masyarakat terhadap statement Prabowo tersebut, seperti halnya beberapa aksi di Kedubes Australia yang terjadi sejak kemarin hingga hari ini, kemudian aksi Aliansi Pemuda Islam (API) di Jalan Medan Merdeka Barat, Kapitra menilai itu wajar.

Kapitra yang juga ikut mendirikan Persaudaraan Alumni 212 tersebut menegaskan bahwa persoalan Palestina sudah jelas, yakni Indonesia tetap mendukung kedaulatan dan kemerdekaan Palestina sebagai negara yang beradulat. Salah satu buktinya adalah Yerussalem tetap diakui sebagai ibukota Palestina bukan Israel.

"Yerussalem itu jelas-jelas milik Palestina dan politik luar negeri kita selama ini tetap berpedoman kepada pembukaan UUD, bahwa kita mendukung Palestina sepenuhnya," papar Kapitra.

"Makanya Presiden Jokowi juga protes keras rencana pembukaan Kedubes Australia di Yerussalem, itu sama halnya penjajahan terhadap Palestina," tutupnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya