Berita

Putri Lalla Hasna diberi penghargaan/Repro

Dunia

Komitmen Lindungi Lingkungan, Putri Lalla Hasnaa Dapat Penghargaan Goi Peace

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 | 19:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Putri Lalla Hasnaa dari Maroko menerima penghargaan internasional tahunan dari Yayasan Goi Peace di Jepang pekan lalu.

Putri Lalla yang juga merupakan ketua Yayasan Mohammed VI untuk perlindungan lingkungan menerima penghargaan tersebut dari Hiroo Saionji, ketua Dewan Direksi Yayasan Goi Peace, yang didirikan pada tahun 1999 dengan tujuan mempromosikan dialog dan inisiatif untuk perdamaian.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap individu dan organisasi di berbagai bidang yang telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap perwujudan damai dan harmonis dunia.


Filosofi dan tindakan Putri Lalla terutama didasarkan pada "Deklarasi untuk Semua Kehidupan di Bumi", yang menetapkan prinsip tanggung jawab global untuk membangun dunia yang damai dan berkelanjutan di abad ke-21.

Terlebih, sikap Putri Lalla yang tahun ini menegaskan komitmen seumur hidup terhadap perlindungan lingkungan mengundang decak kagum dan membuat Yayasan Goi Peace ingin memberikan penghargaan kepada Putri Lalla.

Penghargaan ini disajikan sebagai bagian dari forum "Menciptakan Esok Hari Ini", yang merupakan kesempatan untuk mempresentasikan hadiah kepada para pemenang Lomba Esai Internasional untuk Kaum Muda yang mengumpulkan calon dari 162 negara.

Penghargaan internasional Goi Peace Foundation telah diberikan setiap tahun sejak tahun 2000 kepada tokoh-tokoh terkemuka seperti Mikhail Gorbachev, Bill Gates, Oscar Arias Sánchez dan aktivis lingkungan Lester Brown.

Dalam pidatonya, Putri Lalla menekankan pentingnya mengembangkan aturan dan peraturan, bahkan pembatasan untuk melindungi lingkungan dan menjaga keragaman planet.

"Apa yang penting adalah untuk berkontribusi pada munculnya dunia yang berbeda. Dunia berdasarkan kerja sama, di mana tanggung jawab untuk perlindungan lingkungan, dibagi oleh semua, membutuhkan upaya yang sama dari kita semua," ujarnya.

"Mengenai tantangan besar melindungi lingkungan, tugas yang melibatkan semua warga negara, pendidikan harus datang sebelum semua cara dan pertimbangan lain," tegasnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya