Berita

Foto/Kementerian PUPR

Advertorial

Kementerian PUPR Terima Rp 19 Miliar Untuk Bangun Huntara Di Palu

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 | 18:19 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menerima donasi Rp 19 miliar untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah.

Donasi merupakan hasil gala dana yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI). Penyerahan donasi disertai penandatangan kesepakatan pemanfaatan dana oleh kedua pihak di Gedung Cipta Karya Kementerian PUPR, Jakarta pada Jumat  (23/11).

Kementerian PUPR menargetkan pembangunan sebanyak 1200 huntara yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.


"Huntara digunakan sebagai transit pengungsi dari tenda sampai dengan hunian tetap dan relokasi permukiman selesai," kata Menteri Basuki.

Huntara yang dibangun dengan model knockdown berukuran 12 x 26,4 meter persegi dibagi menjadi 12 bilik, di mana setiap biliknya dihuni satu keluarga. Bangunan dilengkapi empat toilet, empat kamar mandi, septictank, tempat mencuci, dapur dan listrik 450 watt. Ditargetkan pada pertengahan Desember pengungsi sudah bisa menempati huntara.

"Ini merupakan proses yang paling nyata setelah masa tanggap darurat sesuai arahan Menteri Basuki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga kami upayakan dari target awal membangun 1200 huntara," jelas Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga.

Ditambahkannya, dengan penandatangan kerjasama ini akan dikerjakan sesuai SOP sehingga memperkuat hasil yang dicapai dan lebih transparan. Selain itu konstruksinya akan  mengikuti standar dan spesifikasi huntara yang dibuat Kementerian PUPR. Dana Rp 19 miliar nantinya akan digunakan untuk pembangunan 34 unit huntara di Desa Pakuli Utara, Desa Pakuli, Desa Pandere, dan Desa Kalawara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi.

"Diharapkan pelaksanaan pembangunan huntara ini dapat segera berjalan dan cepat selesai, serta mengikuti kaidah yang sudah ditentukan sebaik-baiknya. Karena ini akan menjadi pertanggung jawaban kepada donatur agar dapat dilaksanakan secara baik dan benar," papar Danis.

Dari 1200 unit huntara yang dibangun Kementerian PUPR, saat ini sudah dalam proses penyelesaian akhir sebanyak 116 unit untuk secara bertahap dapat dihuni mulai pertengahan Desember. Untuk lokasi pembangunan huntara yang sudah terverifikasi tersebar di 48 titik yakni di Donggala sembilan lokasi, Palu 21 lokasi, dan Sigi 18 lokasi. Dari jumlah tersebut sebanyak 506 rencana huntara sudah terukur untuk penentuan tata letaknya dan sebanyak 116 unit dalam proses penyelesaian dengan progres fisik sebesar 19,27 persen.

Pembangunan huntara dilakukan dengan sistem klaster pada lima zona dengan mempertimbangkan faktor ketersediaan lahan dan keamanan lokasi dari dampak gempa. Setiap klaster terdiri atas 10 unit huntara atau 120 bilik yang tahan gempa. Akan dibangun satu buah sekolah PAUD dan sebuah SD, tempat sampah, ruang terbuka untuk kegiatan warga, serta tempat parkir sepeda motor.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf yang hadir dalam acara penandatanganan menambahkan, pihaknya ingin bekerja sama untuk saling membantu muncul dari pergelaran konser amal 100 biduan termasuk menghadirkan band menteri Kabinet Kerja yakni Elek Yo Band yang diselenggarakan beberapa waktu lalu untuk disumbangkan bagi korban bencana di Palu, Sigi, dan Donggala.

"Dengan adanya kerja sama seperti ini akan semakin transparan penyaluran dana yang didapat dari para donatur dan seluruh kalangan masyarakat. Kami berterima kasih kepada Kementerian PUPR atas langkah kerja sama dengan dana yang disalurkan secara baku dan pengawasannya memenuhi syarat. Ini merupakan model kerja sama yang saling berkesinambungan dengan penyaluran yang reliable," papar Triawan. [***] 

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya