Berita

Dunia

Perselisihan Rumah Ibadah, Ribuan Orang Berkumpul Di Situs Ayodhya

MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 | 21:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekitar 100 ribu hingga 200 ribu umat hindu, termasuk biksu dan aktivis sayap kanan berkumpul di situs agama di Ayodhya pada Minggu (25/11).

Kota sebelah utara India itu diketahui telah menjadi titik kunci ketegangan antara umat Hindu dan Muslim.

Mereka berkumpul untuk menuntut agar dibangun sebuah kuil hindu di lokasi di mana masjid Babak ke-16 pernah berdiri.


Umat ​​Hindu percaya situs religius di negara bagian Uttar Pradesh itu adalah tempat kelahiran salah satu dewa mereka yang paling dihormati, Dewa Ram.

Tetapi orang-orang Muslim mengatakan bahwa mereka telah menjadikan lokasi itu sebagai rumah ibadah selama beberapa generasi.

Ketegangan antara dua komunitas merujuk pada kejadian tahun 1992 lalu ketika massa Hindu menghancurkan masjid.

Dalam kerusuhan itu, hampir 2.000 orang meninggal dunia dalam kerusuhan berikutnya di seluruh negeri.

Tapi sekarang, setelah berbagai upaya untuk mengklaim kepemilikan atas tanah oleh kedua kelompok agama itu, partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) dari Perdana Menteri Narendra Modi telah meningkatkan upaya untuk membangun sebuah kuil Hindu di sana.

Laporan media setempat mengatakan bahwa dinding di distrik-distrik di sekitar situs itu telah ditempeli poster yang menunjukkan Dewa Ram akan berperang.

Poster lain berisi slogan-slogan yang pada hakekatnya adalah perang yang berseru terhadap apa yang mereka sebut ketidakmampuan oleh pemerintah sebelumnya untuk membangun bait suci.

Situasi telah mendorong rasa panik dan ketakutan di kalangan penduduk Muslim Ayodhya, banyak di antaranya memiliki rencana untuk meninggalkan daerah itu sebelum orang banyak turun. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya