Berita

Ahmad Fanani/Net

Politik

Dua Alasan Pemuda Muhammadiyah Kembalikan Duit Rp 2 Miliar Ke Kemenpora

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 | 14:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani mengatakan, ada dua alasan pihaknya mengembalikan duit Rp 2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Duit itu adalah terkait acara Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 yang diinisiasi Kemenpora. Oleh Kemenpora, Pemuda Muhammadiyah dibantu Rp 2 miliar sementara GP Ansor Rp 3 miliar.

Alasan pertama, soal harga diri. Pemuda Muhammadiyah sangat lantang menyuarakan pemberantasan korupsi misalnya dengan mendirikan Madrasah Antikorupsi. Namun sekarang, Pemuda Muhammadiyah diframing seolah-olah melakukan tindak pidana korupsi.


"Tuduhan ini terang mendelegitimasi apa yang kami suarakan," terang Ahmad Fanani yang saat itu menjadi ketua panitia dari Pemuda Muhammadiyah, Sabtu (24/11).

Menurutnya, ini bukan soal dana, Muhammadiyah sudah terbiasa mandiri. Apalagi pada acara Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia yang kini dipermasalahkan, Pemuda Muhammadiyah bukan pada posisi meminta-minta atau mengejar-ngejar.

"Bahkan kami yang dikejar-kejar, sampai pengajuan (kegiatan) ditagih pihak Kemenpora. Sekarang dituduh penggelapan, inikan harga diri, makanya kami kembalikan uang itu," tutur Ahmad Fanani.

Alasan kedua, ada ketidaksesuaian antara poin-poin yang disepakati dalam kontrak kerjasama dengan realisasi kegiatan. Misalnya, kegiatan yang diajukan Pemuda Muhammadiyah adalah Pengajian Akbar dan digelar di beberapa titik, tapi faktanya apel dan hanya dipusatkan di satu titik yaitu Prambanan, Sleman.

Selanjutnya, Pemuda Muhammadiyah juga meminta agar organisasi kepemudaan Islam yang lain juga diajak, tapi tidak teralisasi. Soal tanggal kegiatan juga diluar kesepatan, dari tanggal 10 Desember menjadi 16 Desember 2017.

"Pada waktu itu kami tidak curiga, karena niat kami ingin membantu pemerintah terkait kekhawatiran dengan potensi konflik horizontal yang semakin meluas, isu anti-Pancasila dan isu antitoleransi. Kalau memang kami mau dikerjain, makanya kami balikkan (uangnya)," sebut Ahmad Fanani.

"Jadi, kami ikuti pasal 9 dalam perjanjian (kontrak) tentang kewajiban dan sanksi. Apabila kami tidak merealisasikan kegiatan yang dimaksud maka perjanjian ini batal demi hukum. Maka harus mengembalikan seluruh dana bantuan. Ini sebagai komitmen kami ya kami kembalikan," tambahnya.

Di awal, masih kata Ahmad Fanani, pihaknya juga sudah besusaha agar bantuan Kemenpora berupa program bukan uang cash, tapi itu tidak terwujud, akhirnya mereka menerima uang tersebut sebagai mobilisasi. Mereka juga tidak terlibat dalam penyelenggaraan yang semuanya ditangani GP Ansor.

Adapun sumber pengembalian dana Rp 2 miliar ke Kemenpora pada Jumat kemarin berasal dari dana internal Pimpinan Pusat Muhammadiyah. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya