Berita

Malaysia Airlines/Net

Dunia

Hakim AS Tolak Litigasi Penerbangan MH370

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 | 09:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang hakim Amerika Serikat menolak litigasi nasional atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 pekan ini.

Reuters pada Jumat (23/11) memuat, keluarga korban berusaha untuk menahan operator, perusahaan asuransi Allianz SE dan Boeing Co karena dinilai bertanggung jawab atas bencana yang masih belum dapat dijelaskan tersebut.

Hakim Distrik Amerika Serikat Ketanji Brown Jackson di Washington memutuskan pekan ini bahwa kematian yang salah dan litigasi kewajiban produk, yang mencakup 40 tuntutan hukum, tidak termasuk di Amerika Serikat.


Dia mengatakan bahwa kasus tersebut adalah milik Malaysia.

"Pada intinya, kasus ini adalah tentang hilangnya pesawat penumpang yang tidak dapat dijelaskan yang dioperasikan oleh Malaysia Airlines sebagai bagian dari armada maskapai penerbangan nasionalnya setelah keberangkatannya dari bandara Malaysia," tulis Jackson.

"Litigasi di Amerika Serikat terkait dengan bencana Penerbangan MH370, tidak menyenangkan," tambahnya.

Keputusan setebal 61 halaman itu merupakan kemunduran bagi penggugat dari Amerika Serikat, Australia, China, India dan Malaysia yang mewakili lebih dari 100 penumpang penerbangan MH370.

Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 diketahui merupakan penerbangan dengan menggunakan pesawat Boeing 777. Pesawat hilang pada 8 Maret 2014 dengan membawa 239 orang di dalamnya dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya