Berita

Protes di Pakistan/Al Jazeera

Dunia

Pemimpin Gerakan Protes Penistaan Agama Ditangkap

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 | 05:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Otoritas Pakistan menangkap seorang pemimpin partai berbasis agama di negara itu jelang akhir pekan ini. Dia dinilai telah mengganggu kehidupan sehari-hari dengan unjuk rasa nasional setelah pembebasan seorang wanita Kristen dalam kasus penodaan agama.

Dia adalah Khadim Hussain Rizvi, pemimpin Partai Tehreek-e-Labbaik (TLP) sayap kanan. Putranya, Saad Rizvi mengatakan bahwa ayahnya dibawa pergi pada Jumat (23/11) dalam serangan malam hari di sekolah agama di kota Lahore di timur.

"Polisi menyerbu sekolah kami dan menangkap pemimpin kami yang terhormat," kata Saad Rizvi seperti dimuat Al Jazeera.


Sementara itu, TLP mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Rizvi ditangkap bersama dengan sejumlah pendukungnya.

Sedangkan Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry, melalui sebuah cuitan di Twitter mengatakan bahwa Rizvi telah dibawa ke perlindungan dan pindah ke rumah tamu.

"Tindakan itu didorong oleh penolakan TLP untuk menarik seruannya untuk protes pada 25 November. Ini untuk menjaga kehidupan publik, properti dan ketertiban," tulisnya,

Rizvi sendiri diketahui berada di garis depan protes nasional terhadap pembebasan wanita Kristen Pakistan, Aasia Bibi, dalam kasus penodaan agama oleh Mahkamah Agung negara itu bulan lalu.

TLP telah menuntut eksekusi publik Bibi, sementara pendiri partai, Mohammad Afzal Qadri, menyerukan kematian ketiga hakim Mahkamah Agung yang memutuskan untuk membebaskannya.

Qadri juga menyerukan penggulingan pemerintah Pakistan atas kontroversi tersebut.

Protes berakhir hanya setelah pemerintah menyetujui peninjauan kembali Mahkamah Agung atas pembebasan Bibi.

Sedangkan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan melanjutkan di televisi nasional untuk mengatakan bahwa keputusan Mahkamah Agung akan final dan ditegakkan. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya