Berita

Israel/Net

Dunia

Selang Tiga Dekade, Israel Resmi Akui Serangan Kapal Pengungsi Lebanon

JUMAT, 23 NOVEMBER 2018 | 19:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel secara resmi mengakui bahwa militernya pernah memerintahkan serangan mematikan terhadap sebuah kapal Lebanon yang membawa para pengungsi selama invasi rezim terhadap negara itu lebih dari tiga dekade lalu.

Kejadian itu terjadi pada tahun 1982 lalu. Saat itu, sebuah kapal selam Israel menembakkan rudal ke kapal pengungsi di Lebanon utara. Akibatnya, 25 pengungsi dan pekerja asing di kapal meninggal dunia.

Pengakuan resmi itu dimuat Channel 10 Israel dan dikabarkan ulang Press TV. Pengakuan resmi dibuat setelah rezim Israel mencabut perintah pembungkaman 36 tahun atas insiden tersebut.


Laporan itu mengatakan bahwa kapal dagang itu, membawa puluhan pengungsi Lebanon ke Siprus. Mereka tampaknya mencoba mengambil keuntungan dari gencatan senjata singkat dan melarikan diri dari daerah itu.

Namun kapal selam Angkatan Laut Gal Israel, yang mengikuti kapal itu selama sekitar satu jam setelah meninggalkan Tripoli, kemudian menembakkan torpedo ke kapal dan membunuh para pengungsi dan pekerja asing di atasnya..

Kapten kapal selam pada saat itu yang hanya diidentifikasi sebagai Mayor A, salah memerintahkan serangan karena dia yakin bahwa kapal itu membawa pejuang Palestina.

Sepuluh tahun kemudian, Israel mengatakan telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Baik Lebanon maupun Palestina sama-sama tidak menyadari bahwa kapal itu tenggelam karena serangan Israel. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya