Berita

Pasca serangan di konsulat China di Karachi/BBC

Dunia

Serangan Di Karachi Didalangi Separatis Anti-China

JUMAT, 23 NOVEMBER 2018 | 17:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok separatis, Tentara Pembebasan Balochistan mengklaim bahwa mereka yang melakukan serangan di Konsulat China di kota pelabuhan Karachi, Pakistan hari ini (Jumat, 23/11).

Jurubicara kelompok tersebut mengklaim, serangan dilakukan karena mereka menilai China merupakan penindas.

"Kami telah melihat Cina sebagai penindas, bersama dengan pasukan Pakistan," kata jurubicara kelompok itu kepada kantor berita AFP.


Militan separatis tersebut menentang proyek investasi China di Pakistan barat mengatakan mereka melakukan serangan itu.

Diketahui bahwa selama bertahun-tahun proyek konstruksi dan pekerja China di Balochistan telah berulang kali menjadi target militan tersebut. Namun ini adalah salah satu serangan paling menonjol hingga saat ini.

Kelompok tersebut mengirimkan tiga pria bersenjata untuk menyerang konsulat tersebut. Akibatnya, empat orang meninggal dunia.

Ketiga pria itu berusaha memasuki konsulat tetapi dihentikan oleh petugas keamanan di sebuah pos pemeriksaan. Dua di antara korban tewas dalam serangan itu adalah petugas polisi.

Kementerian Luar Negeri China memastikan bahwa semua staf di dalam konsulat aman. Beijing menyerukan tindakan ekstra untuk melindungi warga China di Pakistan. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya