Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

WMO: Karbon Dioksida Di Atmosfer Meningkat

JUMAT, 23 NOVEMBER 2018 | 07:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Jumlah karbon dioksida di atmosfer saat ini mencapai rekor baru, yakni 405,5 parts per million (ppm) pada 2017. Angka itu naik dari semula 403,3 ppm pada 2016.

Begitu data terbaru yang dirilis oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam Buletin Gas Rumah Kaca tahunan pekan ini.

Data itu dirilis jelang KTT iklim COP 24 di Polandia bulan depan. Para pejabat tinggi PBB kembali mencoba untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah negara untuk memenuhi janji membatasi pemanasan hingga kurang dari dua derajat Celcius, yang diabadikan dalam kesepakatan Paris tahun 2015.


“Ilmu pengetahuannya jelas. Tanpa pemotongan cepat CO2 dan gas rumah kaca lainnya, perubahan iklim akan memiliki dampak yang semakin merusak dan tidak dapat diubah terhadap kehidupan di Bumi. Jendela kesempatan untuk bertindak hampir tertutup," kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Channel News Asia.

Sebelumnya, dalam sebuah surat terbuka untuk semua negara menjelang COP24, kepala hak asasi PBB Michelle Bachelet memperingatkan konsekuensi bencana jika dunia tidak berbalik arah.

"Seluruh bangsa, ekosistem, masyarakat, dan cara hidup dapat dengan mudah lenyap," katanya, mengutip bukti bahwa negara-negara tidak di jalur untuk memenuhi komitmen yang dibuat di Paris. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya