Berita

Guatemala/Net

Dunia

Eks Tentara Guatemala Dihukum 5.000 Tahun Penjara

KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 | 18:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan Guatemala menjatuhi hukuman 5.160 tahun penjara kepada seorang mantan tentara.

Dia dinyatakan bersalah karena terlibat dalam pembantaian dalam perang sipil terburuk yang pernah terjadi di negara Amerika Tengah itu.

Tentara itu bernama Santos Lopez. Pengadilan menjatuhi hukuman selama 30 tahun penjara untuk setiap pembunuhan yang dilakukannya. Setelah ditotal, pengadilan menilai bahwa dia akan dihukum 5.130 tahun penjara akibat serangkaian pembunuhan yang dia lakukan.


Lopez adalah anggota pasukan kontra pemberontakan Amerika Serikat yang disebut Kaibil. Dia ditangkap di Amerika Serikat dan dideportasi pada tahun 2016.

Menurut penyelidikan, Lopez melakukan pembantaian pada bulan Desember 1982 di Dos Erres, perbatasan dengan Meksiko.

Dikabarkan Al Jazeera, kisah Dos Erres diceritakan dalam film dokumenter 2017 berjudul "Finding Oscar". Film itu diproduksi oleh Steven Spielberg, yang menceritakan pencarian anak lelaki lain yang nyawanya selamat dan yang kemudian dibesarkan oleh salah satu tentara.

Sejumlah Kaibiles, sebutan untuk tentara Kaibil, lain telah dihukum, masing-masing menerima hukuman lebih dari 6.000 tahun penjara.

Pembantaian terjadi selama pemerintahan Efrain Rios Montt, yang juga didakwa atas tuduhan genosida dan meninggal April lalu.

Rios Montt diduga memerintahkan pembunuhan terhadap 1.771 suku asli Ixil-Maya selama masa pemerintahannya yang singkat pada tahun 1982-1983. Masa itu adalah puncak perang saudara 36 tahun di Guatemala.

Menurut PBB, sekitar 200.000 orang tewas atau menghilang selama perang Guatemala, yang berakhir pada tahun 1996. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya