Berita

Kim Jong Yang/Net

Dunia

Mengenal Lebih Dekat Presiden Interpol Baru

RABU, 21 NOVEMBER 2018 | 18:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Interpol memilih presiden yang baru hari ini (Rabu, 21/11). Dia adalah Kim Jong Yang dari Korea Selatan. Dia berhasil pengalahkan rivalnya dari Rusia, Alexander Prokopchuk dalam pemilihan di internal Interpol di Dubai.

Melihat latar belakangnya, Kim diketahui bergabung dengan kepolisian Korea Selatan pada tahun 1992. Dia kemudian pensiun tahun 2015 setelah menjabat sebagai kepala Badan Kepolisian Provinsi Gyeonggi yang merupakan provinsi paling padat di negeri ginseng.

Kim yang saat ini berusia 57 tahun sudah menjadi wakil presiden senior Interpol dan telah melayani sebagai pelaksana tugas presiden Interpol sejak presiden sebelumnyam Meng Hongwei menghilang dalam perjalanan ke China September lalu.


Kim akan melayani sebagai presiden Interpol selama sisa masa jabatan dua tahun Meng.

Meskipun perannya sebagai presiden Interpol sebagian besar bersifat seremonial, karena sehari-hari Interpol dijalankan oleh Sekretaris Jenderal Jurgen Stock, namun dia tetap memiliki pengaruh di badan tersebut.

Usai terpilih, Kim memberikan pernyataan perdananya.

"Dunia kita sekarang menghadapi perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menghadirkan tantangan besar bagi keamanan dan keamanan publik," kata Kim.

"Untuk mengatasinya, kita membutuhkan visi yang jelas: kita perlu membangun jembatan menuju masa depan," sambungnya seperti dimuat BBC.

Untuk diketahui, Interpol, atau Organisasi Polisi Kriminal Internasional, didirikan pada tahun 1923 sebagai badan konsultasi untuk memfasilitasi kerjasama polisi internasional dalam kejahatan global, terorisme dan bencana. Kantor pusatnya ada di Lyon, Prancis. Interpol memiliki 194 negara anggota. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya