Berita

Jamal Khashoggi/Net

Dunia

Senat AS Minta Trump Selidiki Lagi Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 | 12:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para pemimpin Republik dan Demokrat dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat meminta Presiden Donald Trump untuk memastikan apakah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman memainkan peran dalam pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi.

Komite senat tersebut mengirim surat menuntut penyelidikan kedua pada Trump (Selasa, 20/11).

Trump sebelumnya membela hubungan Amerika Serikat dengan Arab Saudi meskipun ada kecaman internasional atas insiden tersebut.


Dalam sebuah pernyataan, Trump mengakui bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) mungkin mengetahui rencana pembunuhan tersebut. Namun Amerika Serikat tetap berkomitmen menjadi mitra setia Saudi.

Mengikuti komentar presiden, Senator Republik Bob Corker dan Demokrat Bob Menendez mengeluarkan pernyataan atas nama Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Di dalam surat tersebut, seperti dimuat BBC, mereka meminta Trump untuk memfokuskan penyelidikan kedua secara khusus pada putra mahkota sehingga untuk menentukan apakah orang asing bertanggung jawab atas pembunuhan di luar hukum, penyiksaan atau pelanggaran berat lainnya terhadap hak asasi manusia.

Permintaan tersebut, yang dikeluarkan berdasarkan Undang-Undang Akuntabilitas Hak Asasi Manusia Magnitsky Global, membutuhkan tanggapan dalam 120 hari. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya