Berita

Konflik di Yaman/BBC

Dunia

Pertempuran Kembali Robek Upaya Damai Di Yaman

SELASA, 20 NOVEMBER 2018 | 16:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pertempuran kembali pecah di kota Hudaydah Yaman awal pekan ini, meski koalisi militer Saudi dan pemberontak Houthi satu suara untuk menghentikan serangan.

Pesawat-pesawat tempur koalisi kembali melakukan pemboman menyusul bentrokan antara pemberontak dan pasukan pro-pemerintah di kota yang dikendalikan Houthi tersebut pada Senin (19/11).

Kepala Komite Revolusioner Tertinggi Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, sebelumnya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemberontak menghentikan serangan pesawat tanpa awak dan rudal terhadap pasukan koalisi setelah permintaan dari PBB.


Dikabarkan BBC, pernyataan itu menambahkan bahwa Houthi siap bergerak menuju gencatan senjata yang lebih luas jika koalisi yang dipimpin Saudi menginginkan perdamaian.

PBB sendiri berusaha untuk menghidupkan kembali pembicaraan untuk mengakhiri perang tiga tahun yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran.

Sejauh ini, konflik telah membunuh ribuan orang di Yaman dan mendorong jutaan orang Yaman ke jurang kelaparan.

Pekan lalu koalisi, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, memerintahkan penghentian serangannya di Hudaydah, sebuah pelabuhan di Laut Merah. Mereka juga mengatakan bahwa mereka mendukung pembicaraan yang dipimpin PBB.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, mengatakan dia berharap pembicaraan damai diadakan sebelum akhir tahun ini. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya