Berita

Parlemen Papua Nugini/The Guardian

Global

Oknum Tentara Dan Polisi Ngamuk Belum Dapat Honor Jaga KTT APEC

SELASA, 20 NOVEMBER 2018 | 11:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekelompok oknum tentara dan polisi mengunci parlemen nasional Papua Nugini dan menghancurkan sejumlah kendaraan pada hari ini (Selasa, 10/11)

The Guardian mengabarkan bahwa penyerangan dilakukan kelompok tentara dan polisi tersebut diyakini merupakan bentuk protes terhadap tunjangan yang tidak dibayarkan dari KTT APEC yang digelar pekan kemarin.

Anggota parlemen oposisi Allan Bird mengatakan, dia dan anggota parlemen oposisi lainnya berada di ruang konferensi yang terkunci ketika mereka mendengar kelompok itu melakukan penguncian dan pemblokiran.


"Kami mendengar mereka datang, Anda bisa mendengar mereka menghancurkan barang, merusak kaca dan beberapa kendaraan di jalan masuk," ujarnya.

"Saya mengetahui beberapa penjaga keamanan parlemen diserang, beberapa menteri mungkin juga telah diserang. Saya pikir (kelompok) kebanyakan mentargetkan menteri, tetapi siapa pun yang menghalangi mereka akan diperlakukan dengan kasar," sambungnya.

Bird mengaku tidak merasa berada dalam bahaya karena oposisi bukanlah target dari penyerangan itu.

Sementara itu, seorang juru bicara polisi mengatakan kepada The Guardian bahwa dia tidak memiliki informasi lebih lanjut soal pelaku penguncian itu selain beberapa petugas polisi yang merasa tidak puas. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya