Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Luhut Panjaitan Dan Darmin Nasution Beda Pendapat Dengan Maruarar Sirait, Kata Jansen Sitindaon: Unang Marbadai Hamu Alani Portibion

SELASA, 20 NOVEMBER 2018 | 09:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Semakin patut dipertanyakan, apa yang sedang terjadi di tubuh pemerintahan Joko Widodo.

Kali ini terkait dengan keputusan mengeluarkan sejumlah cabang industri dari Daftar Negatif Investasi (DNI) yang artinya bisa dimiliki oleh pihak asing.

Awalnya, hari Jumat pekan lalu (16/11) Menko Perekonomian Darmin Nasution di Istana Negara mengumumkan Paket Ekonomi XVI yang mengeluarkan 54 cabang industri dari DNI.


Sehari kemudian, setelah dikepret banyak kalangan, kantor Darmin Nasution meralat jumlah cabang industri yang dapat dikuasai 100 persen orang asing itu, dari 54 menjadi 28 cabang industri.

Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, menilai bahwa walaupun cabang industri yang dikeluarkan dari DNI dikurangi, tapi niat buruk pemerintah memanjakan pelaku usaha luar negeri dan sebaliknya tidak memberikan perlindungan pada pelaku usaha dalam negeri sudah direkam memori bangsa.

Politisi partai penguasa, Maruarar Sirait, sepakat dengan jalan pikiran kaum oposisi.

Dia meminta Presiden Jokowi membatalkan kebijakan yang menurutnya tidak memberikan perlindungan yang memadai pada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau yang biasa disingkat UMKM.

Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan membela koleganya, Darmin Nasution. Menurut LBP, cabang-cabang industri itu dilepaskan agar ada proses kemitraan dengan pelaku usaha di dalam negeri.      

Luhut juga menyebut pihak-pihak yang mengecam Paket Ekonomi XVI sebagai asbun alias asal bunyi.

Bagi politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, perbedaan pandangan yang diperlihatkan kubu pemerintah ini menarik untuk disimak.

"Tontonan seru ini! Sesama Batak tarung. Haaa Panjaitan dan Nasution versus Sirait. Ada istilah kami orang Batak: "Unang marba'i hamu alani portibion". Jangan berkelahi kalian hanya krn soal dunia!" tulis Jansen singkat pada akun Twitter miliknya, @jansen_jsp.

Jansen pun bertanya pada Presiden Jokowi.

"Ampun, apa-apan ini Pak @jokowi. Kok sesama pendukung Bapak saling tuding," katanya mengawali kicauan. [dem] 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya