Berita

Petugas perbatasan AS/Net

Dunia

Perketat Keamanan, AS Tutup Sementara Perbatasan Dengan Meksiko

SELASA, 20 NOVEMBER 2018 | 08:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat menutup sementara perbatasan tersibuknya dengan Meksiko, San Ysidro, awal pekan ini (Senin, 19/11). Penutupan dilakukan untuk meningkatkan keamanan setelah karavan berisi migran tiba di Meksiko utara.

Penjaga perbatasan memasang penghalang baru yang bisa digerakkan dengan kawat di perbatasan tersebut. Penghalang itu berfungsi untuk menghalau ribuan migran yang memaksa masuk ke perbatasan.

Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, San Ysidro merupakan titik perbatasan darat yang paling sibuk di negara tersebut. Setiap harinya, sekitar 40 ribu mobil melakukan perjalanan antara Tijuana dan San Diego dan sekitar 110 ribu orang memasuki Amerika Serikat setiap harinya melalui perbtasan itu.


Meski begitu, San Ysidro hanya memproses sekitar 100 pencari suaka per hari.

Sementara itu di kota perbatasan Meksiko, dekat San Ysidro, yakni Tijuana, warga setempat mengeluhkan kehadiran ribuan migran ke derahnya.

Walikota Tijuana, Juan Manuel Gastelum memperkirakan bahwa jumlah migran yang tiba di kota tersebut dalam beberapa minggu mendatang dapat mencapai 10 ribu orang. Dia mengaku bahwa kota itu tidak siap untuk menangani gelombang massal tersebut.

Sementara itu, seperti dimuat BBC, para migran yang datang mengku bahwa mereka melarikan diri dari penganiayaan, kemiskinan dan kekerasan di negara asal mereka Honduras, Guatemala dan El Salvador. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya