Berita

Raja Salman/Al Jazeera

Dunia

Raja Salman Bungkam Soal Pembunuhan Khashoggi Di Pidato Tahunan

SELASA, 20 NOVEMBER 2018 | 08:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz tidak menyinggung soal kasus pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, dalam pidato tahunannya di hadapan Dewan Syura kerajaan awal pekan ini (Senin, 19/11).

Dalam pidato tersebut, Raja Saman yang kini berusia 82 tahun itu hanya memunji pengadilan dan penuntutan publik Saudi karena dinilai telah melaksanakan tugas dengan baik. Dia tidak menyebut sama sekali mengenai kasus pembunuha  Khashoggi, yang merupakan kritikus vokal Kerjaan.

Pidato raja datang ketika para anggota Kongres Amerika Serikat memperbarui seruan mereka untuk mengutuk kerajaan menyusul penilaian yang dilaporkan oleh CIA bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) secara pribadi memerintahkan pembunuhan Khashoggi.


Dalam pidato yang sama, Raja Salman menyinggung sejumlah isu internastional, terutama yang terjadi di Timur Tengah. Dia mengulangi dukungannya bagi upaya PBB untuk mengakhiri perang di Yaman. Dalam perang tersebut, Saudi merupakan negara yang memimpin kampanye udara besar-besaran terhadap pemberontak Houthi.

Terkait Palestina, Raja Salman juga menegasan bahwa masalah Palestina adalah prioritas utama untuk kerajaan.

Sementara itu, seperti dimuat Al Jazeera, terkait Suriah, dia mengatakan bahwa Riyadh mendukung solusi politik di Suriah, memastikan kembalinya pengungsi Suriah ke tanah air mereka, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghentikan program rudal nuklir dan balistik Iran.

Raja Salman juga menegaskan bahwa saat ini, MBS telah diarahkan untuk fokus pada pengembangan kemampuan manusia dan mempersiapkan generasi baru untuk pekerjaan di masa depan. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya