Berita

Logo Ahmadiyah/Net

Politik

Jamaah Ahmadiyah Setia Pada Negara

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 | 22:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah besar menuding komunitas Ahmadiyah eksklusif, meresahkan dan mengancam konflik di masyarakat.

"Praduga seperti itu jelas sangat berbeda dengan fakta-fakta yang ada di lapangan," kata Jurubicara Jamaah Ahmadiyah, Yendra Budiana, Senin (19/11).

Penegasan disampaikan menyusul langkah Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) memanggil Jamaah Ahmadiyah di berbagai daerah.


Dalam dua bulan terakhir, Oktober-November 2018, pemanggilan dilakukan antara lain kepada Jamaah Ahmadiyah di Depok, Kendal, Banjarnegara, Garut, Tasikmalaya, dan Manado.

Isu utama pemanggilan adalah tuduhan eksklusifitas, meresahkan, dan menuding komunitas Ahmadiyah sebagai ancaman konflik.

Fakta yang terbuka bisa dilihat secara langsung, menurut Yendra, misalnya di Wonosobo. Di sana Jamaah Ahmadiyah hidup damai dengan komunitas lainnya bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.

Dalam perayaan Hari Toleransi Internasional yang dihadiri juga oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Parmono di Wonosobo baru-baru ini misalnya, masyarakat beragam komunitas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Ahmadiyah, Salafi, Kristen dan lain-lain berkumpul tanpa masalah dan berbagi pengalaman bagaimana hidup damai dalam toleransi yang sudah tumbuh lama di Wonosobo.

Demikian juga di Depok. Bertahun-tahun Jamaah Ahmadiyah hidup damai dengan lingkungan sekitar masjid di Sawangan. Hal ini bisa terlihat dengan kegiatan bersama seperti turnamen sepakbola Merah Putih yang panitia dan pesertanya merupakan masyarakat di Sawangan termasuk anggota Ahmadiyah.

"Fakta yang sama, masyarakat Sawangan sekitar Masjid Al-Hidayah tempat biasa Jamaah Ahmadiyah beribadah dengan sukarela bersama-sama melakukan pemotongan hewan qurban yang dibagikan pada masyarakat umum," tutur Yendra.

Bahkan di saat Masjid Ahmadiyah disegel Pemkot Depok dengan alasan SKB tiga Menteri, masyarakat umum tetap datang dan berhubungan baik dengan Jamaah Ahmadiyah di acara-acara sosial kemasyarakatan seperti bazar murah, pemeriksaan kesehatan, pembagian hewan qurban bahkan menghadiri pengajian bersama.

Pemahaman keagamaan Ahmadiyah, disampaikan Yendra Budiana, bukan hanya berhubungan baik dengan masyarakat tetapi harus selalu bermanfaat pada bangsa, masyarakat dan setia pada negara dimana Jamaah Ahmadiyah berada di seluruh dunia.

Para anggota Ahmadiyah memiliki janji yang selalu didengungkan di setiap pertemuan, yakni "Aku berjanji akan selalu mengorbankan jiwa raga,  harta, waktu dan kehormatanku, untuk kepentingan agama, nusa dan Bangsa".

Apa yang dilakukan Jamaah Ahmadiyah Indonesia akan selalu sama dengan Ahmadiyah yang berada di Eropa, Afrika, Asia, Amerika, Australia atau belahan dunia manapun. Meskipun sikap masyarakat dan pemerintah di berbagai negara itu berbeda-beda, tidak masalah apakah di negara tersebut dipersekusi atau diakui, Ahmadiyah akan tetap melakukan hal yang sama.

Bagi Ahmadiyah kebermanfaatan bagi bangsa dan masyarakat adalah hal yang wajib dilakukan sebagai buah dari keyakinan orang beragama.

"Kesetiaan pada negara adalah hal mutlak sebagai wujud komitmen kesetiaan yang tidak terbagi. Siapapun pemimpinnya, selama pemimpin tersebut sah secara hukum dan bersikap adil, maka harus ditaati," demikian Yendra Budiana.[dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya