Berita

Yusuf Mansur/Net

Politik

Ajakan Ustad Yusuf Mansur Biar Pemilu 2019 Adem

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 | 13:22 WIB | LAPORAN:

Materi khutbah tentang politik sejatinya boleh digaungkan di masjid. Dengan catatan, hanya bersifat untuk mengedukasi jamaah yang tentang nilai Islam.

"Sepanjang bukan berisi hasutan, dukungan parsial, cacian, makian. Jika materi khutbah, adalah yang sifatnya edukasi politik, tentu saja boleh," kata ustadz kondang Indonesia, Yusuf Mansur.

Lantas bagaimana membedakan materi dakwah bersifat edukasi atau makian? Terlebih menjelang Pemilihan Umum 2019. Yusuf Mansur menjelaskan, letak perbedaannya bisa diukur dari narasi yang disampaikan oleh pendakwah. Kalau belum cukup, bisa juga dilihat dari intonasi dan gestur tubuh.


"Jika sudah bersuara emosi, umumnya suka hilang kontrol. Sampai sini, pengurus masjid, boleh saling mengingatkan. Supaya enggak ada pertikaian, karena pastinya jamaah pun majemuk," urainya.

Akan tetapi pimpinan pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Tangerang itu menilai, mayoritas masjid-masjid di Indonesia telah mengajarkan jamaah sesuai dengan ajaran agama Islam. Khususnya dakwah yang penuh kesejukan dan Islam yang rahmatan lil alamin.

Khusus masjid yang masih kerap terlihat ujaran kebencian, menurut dia, dalam proses pendewasaan.

"Kita semua harus saling mendoakan, agar tak ada lagi amarah yang dikobarkan lewat masjid. Sebab jika salah pendekatan, dianggap mengebiri kebebasan berbicara juga. Percayalah, lama-lama, capek juga kok buat seseorang bila mendengar terus menerus kalimat negatif," tukasnya.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya