Berita

Raja Mohammed VI/Repro

Dunia

Raja Maroko Resmikan Proyek Ambisius Kereta Api Skala Besar

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 | 12:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raja Maroko, Mohammed VI meluncurkan proyek kereta api skala besar akhir pekan kemarin (18/11). Proyek ini diluncurkan tidak lama setelah peresmian kereta berkecepatan tinggi, Al Boraq di negara itu.

Proyek kereta api skala besar ini merupakan bagian dari proyek struktural yang dimaksudkan untuk mendukung pengembangan substansial sektor transportasi.

Sebagai bagian dari proyek skala besar tersebut, Raja Mohammed VI meluncurkan tiga kali lipat dari rel kereta api Casablanca-Kenitra, penggandaan lengkap dari jalur kereta api Casablanca-Marrakech, stasiun yang didedikasikan untuk kereta api berkecepatan tinggi (Rabat-Agdal, Tangiers, Kenitra dan Casa-Voyageurs), dan stasiun baru Oujda dan Benguerir.


Proyek-proyek berskala besar ini diprediksi membutuhkan investasi global 10,5 miliar dirham dan 80 persen dari pekerjaan konstruksi proyek dicapai oleh perusahaan nasional.

Proyek-proyek ini mencerminkan perhatian besar Raja Mohammed Vi pada sektor transportasi Maroko serta kehendak kerajaan untuk mengembangkan modernisasi perkotaan dan meningkatkan mobilitas antar kota.

Proyek pembangunan tiga kali lipat rel kereta api Casablanca-Kenitra, yang membutuhkan dana 5,2 miliar dirham, akan memungkinkan desaturasi persimpangan kereta api Casablanca dan melipatgandakan kapasitas jalur ini.

Sementara itu, proyek penggandaan lengkap jalan kereta api Casablanca-Marrakech sepanjang 174 kilometer akan membutuhkan dana tiga miliar dirham. Proyek ini akan memungkinkan peningkatan kapasitas trek serta meningkatkan manfaat lingkungan dengan 6,5 juta ton emisi gas rumah kaca dihindari per tahun.

Dalam kesempatan kemarin (Minggu, 18/11), Raja Mohammed VI meresmikan proyek stasiun Kereta Rabat-Agdal yang diperkirakan akan membutuhkan investasi total 800 juta dirham.

Selain itu, proyek stasiun kereta Kenitra, yang dibangun di dekat stasiun lama, memobilisasi investasi sekitar 400 juta Dirham. Proyek ini mencakup pembangunan kembali lima dermaga dan pembangunan parkir mobil dengan kapasitas 200 ruang.

Sedangkan proyek stasiun kereta Casa-Voyageurs diperkirakan akan membutuhkan anggaran 450 juta dirham. Stasiun ini akan dibangun sebagai stasiun generasi baru lainnya dengan peralatan teknologi yang memenuhi persyaratan internasional untuk keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan.

Sementara itu, proyek stasiun Kereta Api Tangier-Ville, yang membutuhkan 360 juta dirham, terdiri dari peningkatan pembangunan stasiun lama, serta pembangunan gedung baru yang dimaksudkan untuk menampung semua bangunan yang terkait dengan kereta berkecepatan tinggi.

Lalu ada proyek pembangunan stasiun baru Oujda yang membutuhkan dana 170 juta dirham dan Benguerir yang membutuhkan dana 36 juta dirham. Pembangunan kedua stasiun kereta ini akan meningkatkan kondisi penerimaan dan kenyamanan wisatawan, menanggapi pertumbuhan lalu lintas penumpang dan mendukung pengembangan perkotaan dari kota-kota yang dilayani.

Sebagai bagian dari strategi pengembangannya, Kantor Kereta Api Maroko (ONCF) telah melaksanakan program ambisius modernisasi dan pembangunan stasiun kereta kecil, menengah dan besar. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya