Berita

Fethullah Gulen/Al Jazeera

Dunia

Trump: AS Tidak Pertimbangkan Ekstradisi Fethullan Gulen

MINGGU, 18 NOVEMBER 2018 | 17:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan bahwa Washington saat ini tidak memiliki rencana untuk mengekstradisi ulama ternama Turki yang mengasingkan diri ke Amerika Serikat, Fethullah Gulen.

Gulen merupakan sosok yang dituduh oleh Ankara telah mengatur upaya kudeta yang gagal lebih dari dua tahun lalu.

"Tidak, itu tidak sedang dipertimbangkan," kata Trump pada hari Sabtu, ketika ditanya soal apakah ada rencana mengekstradisi Gulen.


Komentarnya itu muncul beberapa hari setelah NBC News melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah melihat kemungkinan mengekstradisi Gulen ke Turki dalam upaya untuk meredakan tekanan Ankara terhadap Arab Saudi, yang telah meningkat menyusul pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul bulan lalu.

Menurut laporan NBC, pejabat Trump meminta penegak hukum untuk melihat status residensi Gulen di Amerika Serikat dan kemungkinan membuka kembali permintaan Turki untuk ekstradisi.

Arab Saudi adalah sekutu penting AS, dan NBC mengatakan, Trump dapat menggunakan Gulen sebagai "alat" tawar-menawar dalam upaya untuk meredakan sebagian tekanan Turki terhadap Arab Saudi.

Pemerintah Turki sendiri, seiring dengan dugaan atas kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, yang menewaskan sekitar 300 orang, juga menuduh kelompok Gulen berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Gulen yang merupakan lawan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan saat ini tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, membantah semua tuduhan itu. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya