Berita

Misbakhun/Net

Politik

Caleg Golkar Diingatkan Tak Berebut Basis Suara

SABTU, 17 NOVEMBER 2018 | 21:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemilu 2019 menjadi desain awal pertarungan politik bagi Partai Golkar untuk memenangi Pilkada 2020.

"Kita harus dalam kekuatan yang besar, sehingga dengan siapapun kita bertarung, kita adalah koalisi pengendali, bukan koalisi yang melengkapi,” kata politisi Golkar, Mukhammad Misbakhun.

Hal ini disampaikan Misbakhun saat membagi ilmu kepada para calon anggota legislatif (caleg) dari Golkar di Pasuruan. Wakil rakyat yang sudah dua kali lolos menjadi anggota DPR itu mengajarkan cara menarik simpati pemilih kepada para caleg Golkar untuk DPRD Pasuruan, Probolinggo dan Jawa


“Saya harap seluruh kader Golkar bisa merawat konstituennya dengan baik. Saya merasa ikut bertanggung jawab soal bagaimana membesarkan Partai Golkar di Pasuruan dan Probolinggo,” kata Misbakhun di Pasuruan.

Misbakhun lantas menjelaskan upayanya hingga terpilih menjadi anggota DPR pada Pemilu 2009 dan Pemilu 2014. Untuk Pemilu 2014, Misbakhun mengaku memperoleh sekitar 2.500 suara di Kota Pasuruan saja.

Sedangkan di Kabupaten Pasuruan, suara pribadi Misbakhun dan Golkar mencapai 92 ribu. Adapun di Kabupaten Probolinggo, suara pribadi Misbakhun dan Golkar sekitar 88 ribu.

“Di Kota Probolinggo sekitar 17 ribu. Jadi kalau ditotal perolehannya sekitar 220 ribu,” sebutnya.

Pada Pemilu 2014, Golkar meloloskan Misbakhun sebagai caleg DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur II yang meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo. Misbakhun menambahkan, jika Golkar bisa meraih sekitar 320 ribu pada Pemilu 2019, maka partai pimpinan Airlangga Hartarto itu akan bisa meloloskan dua caleg DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur II.

“Kalau bertambah 100 ribu saja, Partai Golkar insyaallah akan mendapatkan dua kursi untuk DPR RI. Karena itu harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh," tegasnya.

Misbakhun juga mengharapkan Golkar bisa meloloskan delapan calegnya untuk DPRD Kabupaten Pasuruan ataupun Kota Pasuruan. Menurutnya, dengan dominan di DPRD maka peran Golkar akan kian terlihat.

“Jika ingin berperan, Partai Golkar harus menjadi pemimpin dan memiliki peran kuat di dalam pemerintahan di Pasuruan baik kabupaten ataupun kota. Satu-satunya cara adalah merebut minimal delapan kursi,” tuturnya.

Lebih lanjut Misbakhun mengatakan, target minimal 8 kursi untuk DPRD di Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan sangat rasional. Namun, untuk mencapai target itu harus dengan kerja keras.

“Susunan calegnya sudah bagus, komposisinya bagus, tinggal kerja politiknya. Berikutnya adalah kerja ketemu rakyat, bukan rapat lagi,” ujarnya dalam penjelasannya, Sabtu (17/11)

Dalam kesempatan ini, Misbakhun juga mewanti-wanti para caleg Golkar agar tidak saling berebut basis suara. Menurutnya, kekompakan justru lebih diperlukan demi mendulang suara pemilih.

“Silakan bekerja untuk kebaikan, karena sistem penghitungannya adalah siapa partai yang mendapat suara terbanyak, dia dihitung yang pertama,” demikian Misbakhun. [ian]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya