Berita

Politik

Tolak Munaslub, IJTI Jakarta Raya Tidak Pernah Kirim Perwakilan Ke Makassar

SABTU, 17 NOVEMBER 2018 | 12:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jakarta Raya tidak pernah mengirim wakil atau ada di Makassar, Sulawesi Selatan untuk membuat mosi tidak percaya dan menuntut adanya Munas Luar Biasa (Munaslub) IJTI.

Ketua IJTI Jakarta Raya, Andry Hariana mengatakan, ini perlu dipertegas karena ada pesan berantai di media sosial yang mengesankan IJTI Jakarta Raya mendukung atau merupakan bagian dari kelompok yang menamakan jurnalis televisi.

Ditegaskannya, IJTI Jakarta Raya merupakan bagian dari  IJTI Pusat, satu-satunya wadah jurnalis televisi yang terdaftar sebagai stakeholder di Dewan Pers dengan ketua umum saat ini Yadi Hendriana dan Sekjen Indria Purnama.


Berpegang pada AD/ART, pengurus IJTI Jakarta Raya hingga saat ini solid mendukung kepengurusan IJTI Pusat, mereka menolak wacana Munaslub. Karena sampai saat ini, IJTI Jakarta Raya memandang organisasi IJTI masih berjalan baik.

"Dengan situasi ini pula, maka kami juga memandang tidak perlu adanya pembentukan Majelis Penyelamatan IJTI seperti digagas sesepuh atau mantan pengurus IJTI, karena dari segi materi maupun moral organisasi cost-nya sangat tinggi," ungkapnya.

"IJTI Jakarta Raya sejauh ini percaya, Pengurus Pusat bisa segera menjawab secara transparan tuduhan dari luar tersebut," tambah Andry Hariana.

IJTI Jakarta Raya tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sesepuh, mantan pengurus maupun anggota IJTI yang masih peduli dengan organisasi walaupun pekerjaannya sudah jauh di luar profesi jurnalis televisi.

IJTI sendiri sebagai organisasi jurnalis televisi pertama telah mengalami pasang surut. Pernah mati suri, hidup kembali dan kini diwarnai riak tuntutan. Ini merupakan sebuah legacy yang besar dan wajar.

"Jika IJTI diibaratkan sebagai sebuah kapal, hal lumrah dalam perjalanannya diterpa badai dan gelombang besar. Biarkan dulu kapten dan awaknya sekarang bekerja menghadapi. Karena badai dan gelombang besar akan semakin membuat mereka menjadi pelaut tangguh. Belum perlu dikirim kapal penyelamat dari pelabuhan, sebaliknya dikawatirkan upaya penyelamatan tersebut hanya akan mengganggu pelayaran dan latihan awak kapal itu sendiri," tutup Andry Hariana. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya