Berita

Muhammad bin Salman

Dunia

CIA Simpulkan Pangeran Salman Benar-benar Otak Di Balik Pembunuhan Khashoggi

SABTU, 17 NOVEMBER 2018 | 10:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dinas intelijen Amerika Serikat, CIA, menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin  Salman (MBS), memang terlibat dalam pembunuhan wartawan Jamal Khasoggi.

Khashoggi yang bekerja untuk Washington Post diduga tewas dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, tanggal 2 Oktober lalu.

Washington Post dalam sebuah artikel yang diturunkan beberapa jam lalu mengatakan, CIA tidak hanya mengatakan MBS terlibat dalam pembunuhan itu, tetapi juga berperan sebagai pihak yang memberikan perintah.


Para pejabat CIA yakin, penilaian mereka ini mengaitkan antara MBS dengan operasi pembunuhan Khasoggi, dimulai dari kedatangan 15 agen Arab Saudi dengan menggunakan pesawat pemerintah Arab Saudi. Adapun Khasoggi berkunjung ke Konsulat untuk mengambil dokumen yang dia perlukan untuk keperluan pernikahannya dengan seorang wanita Turki.

Untuk tiba pada kesimpulan itu, CIA menguji berbagai sumber, termasuk pembicaraan antara Khashoggi dengan Dutabesar AS di Amerika Serikat, Khalid bin Salman.

Adalah Khalid yang menyarankan agar Khashoggi pergi ke Istanbul untuk mendapatkan dokumen-dokumen yang diperlukannya itu.

Namun demikian, tidak jelas dalam kesimpulan CIA, apakah Khalid mengetahui dan ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Adapun rekaman pembicaraan via telepon antara Khalid dan Khashoggi didapatkan CIA melalui penyusupan.

Washington Post juga melaporkan, Jurubicara Kedubes Arab Saudi di Washington DC, Fatimah Baeshen, mengatakan, Dubes Khalid tidak pernah mendiskusikan apapun dengan Khashoggi mengenai kepergian ke Turki.

Kesimpulan CIA juga didasarkan pada peran MBS sebagai penguasa de facto di Arab Saudi.   

Juga disebutkan, bahwa CIA menilai MBS sebagai teknokrat yang baik. Tetapi, di saat bersamaan, MBS dinilai masih sangat gampang berubah pikiran (volatile) dan arogan.

Dia digambarkan sebagai pribadi yang dapat pergi dari titik nol ke titik 60, dan tidak terlihat sebagai pribadi yang mengerti bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan.

Kesimpulan CIA ini diperoleh Washington Post dari salah seorang pejabat AS. Tidak disebutkan dari lembaga apa pejabat itu berasal. Washington Post mengatakan, jurubicara CIA menolak berkomentar atas kesimpulan yang diberitakan Washington Post ini. [dem] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya