Berita

Fethullah Gulen/Net

Publika

Antara Kepentingan Politik, Hukum Dan Nilai Kemanusiaan

JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 | 22:13 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

REUTERS yang berbasis di London, Inggris, dan NBC yang berbasis di New York, Amerika Serikat, secara bersama-sama mengangkat berita bahwa Presiden Donald Trump sedang meminta aparat hukum di negara Paman Syam untuk mencari landasan yuridis yang bisa digunakan untuk mengekstradisi Fethullah Gulen ke negara asalnya Turki.

Langkah yang diambil Gedung Putih ini menjadi menarik bagi media, karena permintaan ekstradisi Gulen oleh Erdogan sementara ini selalu ditolak Amerika.

Permintaan Erdogan ini dilandasi oleh tuduhan bahwa ulama sepuh yang sudah bermukim di Pennsylvania, Amerika sejak tahun 1999 ini, mendalangi Kudeta yang dilakukan Tentara Turki pada tahun 2016. Sementara ini, Amerika menolak karena permintaan Turki tidak dilengkapi dengan bukti-bukti meyakin.


Media berspikulasi kemungkinan Trump akan membarter Gulen dengan imbalan berkurangnya atau bahkan penghentian tekanan Erdogan kepada Kerajaan Saudi Arabia,  yang telah mengakui pembunuhan wartawan senior berkebangsaan Saudi Jamal Khashoggi yang bermukim di Amerika, di Konsulatnya di Istambul.

Erdogan yang kini menjadi seorang pemimpin yang paling populer di Timur Tengah dan Dunia Islam, tambah bersinar bintangnya dan menjadi tumpuan masyarakat internasional untuk penyingkap kasus ini secara tuntas yang terus berusaha di tutup-tutupi oleh penguasa Saudi.

Erdogan yang didukung oleh bukti-bukti kuat yang tak terbantahkan, sudah menyebut bahwa pembunuhan Khashoggi direncanakan, dan diperintah oleh jajaran tertinggi Kerajaan. Akan tetapi ia menambahkan bahwa ia tidak yakin Raja Salman pemimpin de jure Saudi terlibat. Karena itu publik berspikulasi telunjuk Erdogan mengarah ke Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS)  yang menjadi pemimpin de facto Kerajaan.

Dekatnya hubungan Trump dan keluarganya dengan MBS, ditambah kepentingan ekonomi dan politik Amerika dengan Kerajaan Saudi Arabia serta Timur Tengah secara keseluruhan, membuatnya ragu untuk bertindak sejak awal, dan selalu berusaha melindungi MBS dari tekanan publik.

Apabila rencana mengekstradisi Gulen berjalan lancar, maka bola panas kematian Khashoggi yang saat ini menggelinding di sisi MBS, akan berpindah akan berpindah ke sisi Erdogan. Sat itu publik akan menilai, apakah kegigihannya selama ini menyingkap kasus Khashoggi dilatarbelakangi motif politik atas persaingan dua negara besar Turki dan Saudi yang berlangsung sejak lama, atau motif kemanusiaan dan penegakkan hukum yang adil?

Lebih jauh lagi, publik akan menilai bagaimana Erdogan memperlakukan lawan politiknya?  Sudah menjadi pemahaman umum, kebanyakan pemimpin Timur Tengah tidak lulus dalam ujian seperti ini.  Godaan untuk menggunakan kekuasaan secara semena-mena (abuse of power)  sering kali tak bisa dihindari.  

Semoga Erdogan berbeda dengan kebanyakan pemimpin Timur Tengah, dan ia lulus sebagai pemimpin sejati, sebagaimana diidolakan generasi milenial di Indonesia dan dunia Islam pada umumnya.[***]

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Center for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC).

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya