Berita

Agung Hendriadi (tengah)/RMOL

BKP Kementan: Tidak Ada Revisi Inpres 5/2015

JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 | 15:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Inpres No.5/2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras Pemerintah sering dianggap sebagai biang masalah dari masalah distribusi beras dari petani ke konsumen.

Sehingga Komisi IV DPR berkali-kali meminta untuk merevisi inpres itu karena di dalamnya mengatur soal harga beras medium yang dibeli pemerintah seharga Rp.7300/kg. Harga tersebut dianggap merugikan petani.

“Tidak ada revisi Inpres No.5/2015, pemerintah menetapkan pembelian pemerintah lewat Inpres untuk beras medium seharga Rp7.300. Kita juga tidak mau membeli harga dibawah pemerintah,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi di kantornya, Jumat (16/11).


Menurut beberapa pihak yang meminta revisi inpres tersebut, seharusnya pembelian medium itu dinaikan dari petani sehingga petani tidak menjual ke pedagang lain atau tengkulak.

Agung menambahkan tidak ada jaminan kalau harga medium itu dinaikan maka para pedagang juga tidak menaikan. Menurutnya mereka juga akan menaikan.

“Jadi kalau kita diminta menaikan harga pembelian pemerintah, maka di luar pemerintah lebih naik lagi. Kalau kita turun maka mereka juga turun, seperti itu,” tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya