Berita

KH Ma'ruf Amin/Net

Hersu Corner

Metamorfosa dan Blunder-blunder Politik Kyai Ma’ruf Amin

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 | 12:12 WIB | OLEH: HERSUBENO ARIEF

HANYA butuh waktu kurang dari empat bulan bagi Kyai Ma’ruf Amin untuk bermetamorfosa (berubah bentuk) kembali dari seorang ulama menjadi seorang politisi sejati. Mantan anggota legislatif  PPP dan PKB itu tekesan sudah sangat luwes dan piawai, memainkan perannya seperti “politisi” pada umumnya.

Dalam pernyataan terbarunya, Ma’ruf mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak pernah berniat menjadi cawapres. Karena didorong banyak pihak,  didorong oleh banyak ulama, akhirnya dia bersedia maju sebagai cawapres Jokowi.

"Saya sebenarnya tidak mau jadi cawapres, saya lebih nyaman jadi Rais Aam PBNU dan Ketua Majelis Ulama Indonesia," kata Ma'ruf saat menghadiri launching buku 'Arus Baru Ekonomi Indonesia' di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (13/11).


Apa yang dikatakan oleh Ma’ruf mengingatkan kita kepada ucapan Ben   Okri, salah seorang  penulis paling terkenal Afrika asal Nigeria. “The magician and the politician have much in common: they both have to draw our attention away from what they are really doing,” ujarnya.

 Politisi  dan pesulap  itu  memiliki  banyak kesamaan. Keduanya menarik perhatian kita menjauh dari apa yang sesungguhnya mereka lakukan. Dengan kata lain mereka mengecoh publik. Bedanya pesulap melakukannya sekedar untuk hiburan. Politisi punya tujuan yang lebih besar, yakni memanipulasi pikiran publik untuk sebuah kekuasaan.

Kita pasti belum lupa dengan drama tragedi  Mahfud MD  yang gagal menjadi cawapres Jokowi di menit-menit akhir pendaftaran pasangan capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).  Dalam tayangan program Indonesian Lawyer Club (ILC) TV One Selasa (14/8) Mahfud secara gamblang menjelaskan bagaimana Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  Said Agil Siradj dan Ma’ruf Amin menjegal pencalonannya dengan mengancam Jokowi.

Saat itu Said Agil mengingatkan bahwa NU akan meninggalkan Jokowi bila tidak menggandeng cawapres dari NU. Mahfud yang hampir pasti menjadi pendamping Jokowi, dalam penilaian keduanya bukanlah representasi dari NU. “ Mahfud MD bukan kader NU. Kedekatanya dengan NU hanya sebatas kultural, karena latar belakangnya NU,” kata Said Agil pada waktu itu.

Rekam jejak Mahfud yang sangat dekat dengan Gus Dur,  pernah menjadi Penasehat Pengurus Wilayah GP Anshor DI Yogyakarta, dan Ketua Dewan Kehormatan  Ikatan Sarjana NU, tidak diakui, demi sebuah posisi cawapres.
Dari pengakuan  Mahfud juga terungkap ancaman keras PBNU menolak dirinya seperti disampaikan salah satu pengurus PBNU Robikin Emhas, didiktekan oleh Ma’ruf Amien.

Penjelasan Mahfud ini sejalan dengan pernyataan Ma’ruf kepada media setelah bertemu Jokowi di Istana, Rabu (8/8). Bila Jokowi tidak mengambil wakil dari NU “ ya wabilahit taufik walhidayah,” ujarnya menjawab pertanyaan media. Kosa kata ini merupakan isyarat tegas NU akan meninggalkan Jokowi bila tetap memilih Mahfud MD.

Sejarah mencatat Ma’ruf akhirnya yang ditunjuk menjadi pendamping Jokowi. Ma’ruf adalah calon kompromi yang disepakati PBNU, dan partai-partai koalisi. Selain representasi NU, Ma’ruf bisa diterima karena faktor usianya.

Dengan usia sudah lanjut (75 th), Ma’ruf bukanlah ancaman bagi para kandidat dari parpol yang akan berlaga pada Pilpres 2024. Kecil kemungkinan dia akan kembali mencalonkan diri sebagai capres.

Beda dengan Mahfud, bila dia yang dipilih menjadi cawapres Jokowi, maka peluangnya untuk maju pada Pilpres 2024 sangat besar. Mahfud bisa menutup peluang Puan Maharani “putri mahkota,”  PDIP, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, maupun peluang tokoh-tokoh partai lain pasca lengsernya Jokowi yang sudah akan memasuki periode kedua.

Godaan kekuasaan

Metamorfosa Ma’ruf Amin dari seorang ulama yang sangat dihormati, kembali menjadi seorang politisi “sejati” (real politician), menjelaskan kepada kita betapa besarnya godaan atas kekuasaan. Bahkan seorang ulama yang posisi sangat tinggi seperti Ma’ruf tak Kuasa untuk  menghindarinya.

Selain Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf juga Rais Aam PBNU atau Ketua Umum Syuriah PBNU. Jabatan itu sangat tinggi di bidang keagamaan. Namun nampaknya “jabatan akhirat” itu jauh kalah menarik dibandingkan “jabatan duniawi”  di depan mata.

Posisi seorang ulama jelas berbeda dengan pesulap, atau politisi. Ulama jelas harus memegang teguh prinsip ” katakan sebenarnya, walau itu pahit.” Sebaliknya politisi harus bisa mengatakan “Bahwa yang pahit itu manis. Atau setidaknya walaupun pahit, namun ada sedikit manis-manisnya.”

Ma’ruf harus bisa mengkompromikan yang “pahit” dengan yang “manis.”  Menjelang pendaftaran ke KPU Ma’ruf mengundang kontroversi, karena terlihat sedikit “bergoyang” dan bertepuk tangan,  ketika seorang penyanyi dangdut yang sexy bernyanyi sambil meliuk-liuk menghibur pendukung Jokowi Ma’ruf.

Ma’ruf juga harus berdamai dengan para pendukung Ahok. Sebagai Ketua Umum MUI dia banyak disalahkan karena telah mengeluarkan fatwa Ahok menista Al Quran dan ulama. Karena fatwa inilah jutaan umat Islam berunjukrasa  dalam Aksi Bela Islam 212, dan Ahok dipenjara.

Sejak menjadi cawapres media juga  mencatat beberapa kali Ma’ruf menyampaikan pernyataan yang kebenarannya perlu dipertanyakan. Dia misalkan pernah menyatakan bahwa pada bulan Oktober 2018 mobil Esemka akan diproduksi besar-besaran. Bulan Oktober sudah berlalu, namun mobil yang dibuat sejak Jokowi masih menjadi Walikota Solo itu belum juga terlihat di pasaran.

Ketika ribut-ribut soal Habib Rizieq Shihab diperiksa polisi karena adanya “pemasangan” bendera tauhid, Ma’ruf menyatakan Konsulat  RI di Jedah, Arab Saudi membebaskannya dengan jaminan. Penjelasan ini sama dengan klaim Dubes RI di Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Belakangan informasi tersebut dibantah oleh Kemenlu dan Habib Rizieq.

Ma’ruf juga memicu kontroversi ketika mengklaim hasil pembangunan dengan menyatakan bahwa itu merupakan “dana” milik Jokowi. Bukan hanya itu, dia menyatakan hanya orang budeg dan tuli yang tidak bisa menghargai kinerja Jokowi. Pernyataan ini memancing protes karena dinilai menghina kaum difabel.
Sejumlah penyandang tuna netra melakukakan unjukrasa di kantor MUI dan menuntut Ma’ruf minta maaf. Namun dia menolak, dengan alasan ucapannya itu mengutip Al Quran dan tiak bermaksud menghina.

Yang paling baru adalah klaim Ma’ruf bahwa Jokowi adalah santri dari pesantren di Situbondo, Jawa Timur. Di medsos kata Situbondo ini diplesetkan menjadi “Situbohong.”

Begitulah godaan kekuasaan, membuat banyak orang bersedia menggadaikan apapun, termasuk prinsip dan idealismenya. Bahkan JK Rowling yang sangat sukses dan super tajir karena buku-buku serial Harry Potter sangat laris di dunia,  dengan rendah hati mengakui “Power was my weakness and my temptation.” - Kekuasaan adalah kelemahan dan godaan terberat baginya. [***]

Penulis adalah pemerhati ruang publik. Artikel ini dikirim penulis untuk Kantor Berita Politik RMOL.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

UPDATE

Kelompok Rentan Lebih Diprioritaskan Menerima MBG Ketimbang Siswa

Senin, 16 Februari 2026 | 03:59

Panglima TNI: Latsitarda Nusantara ke-46 Cetak Kepemimpinan Humanis

Senin, 16 Februari 2026 | 03:42

Reklamasi di PPS Belawan Bikin Sulit Nelayan Tradisional

Senin, 16 Februari 2026 | 03:23

Prabowo dan Benteng Oligarki

Senin, 16 Februari 2026 | 02:59

Anggota Serikat Pekerja Ditekankan Punya Minimal Satu Sertifikat Keahlian

Senin, 16 Februari 2026 | 02:32

DPD Dorong MBG jadi Penopang Stabilitas Sosial dan Ekonomi

Senin, 16 Februari 2026 | 02:16

Rakornispen TNI 2026 Perkuat Silaturahmi Hadapi Perang Informasi

Senin, 16 Februari 2026 | 01:59

Kemala Run 2026 Bali Ajak Pelari Berdonasi untuk Korban Bencana

Senin, 16 Februari 2026 | 01:40

Dapur MBG Kagungan Ratu Berdayakan Kelompok Wanita Tani

Senin, 16 Februari 2026 | 01:20

Serius Bahas Ekonomi

Senin, 16 Februari 2026 | 00:58

Selengkapnya