Berita

Ujang Komarudin/Net

Politik

Oligarki Politik Ciptakan Tuan Dan Hamba

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 | 21:05 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sistem politik oligarki saat ini menjalar hampir di setiap partai politik di Indonesia. Sehingga bawahan menghamba kepada atasannya.

"Seperti ada tuan dan hambanya. Tuan memiliki hamba atau bawahan-bawahan yang harus nurut, tidak boleh membantah dan sebagainya," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (13/11).

Kata Ujang, patron klien merupakan struktur yang masih mengenal adanya jurang yang tinggi antara atasan dengan bawahan. Sehingga bawahan menghamba kepada atasannya.


Kondisi yang seperti itu, jelas Ujang, bisa ditemui di hampir setiap partai politik di Indonesia. Memang tidak dipungkiri, pimpinan partai politik saat ini merupakan tokoh yang kuat dan dikultuskan secara berlebih oleh para anggotanya.

Ujang memberi comtoh yang terjadi di Partai Nasdem saat ini. Ketika adanya kasus gugatan dari kadernya Kisman Latumakulita terhadap pimpinannya Surya Paloh yang dianggap telah melanggar AD/ART partai.

"Jadi dalam berpartai kita seharusnya berjalan sesuai dengan rules of the game-nya, tapi akibat patron klien tadi kadang-kadang ucapan ketua umum lebih tinggi dari AD/ART," ungkapnya. [lov]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya