Berita

Febri Diansyah/Net

Hukum

KPK Tak Percaya Pengakuan James Dengan Neneng Sebatas Silaturahmi

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 | 21:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Pemberantasan Korupsi tidak langsung menyakini bahwa pengakuan CEO Lippo Group, James Riady soal pertemuan dengan Bupati (nonaktif) Bekasi, Neneng Hasanah Yasin hanya bersifat silaturahmi.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, pengakuann itu tidak membuat penyidik berhenti untuk mendalami keterkaitan James dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Menurur Febri penyidik tidak sepenuhnya percaya dengan pengakuan itu dan tetap mendalami pembicaraan dalam silaturahmi James bersama Neneng.


"Silakan saja kalau saksi (James) mengatakan alasannya silaturrahmi, Ada atau tidak ada pembicaraan terkait proyek Meikarta misalnya, tentu itu menjadi point yang kami dalami terhadap saksi James Riyadi, atau terhadap bupati sendiri dan juga kalangan lain yang mengetahui hal tersebut," jelasnya di gedung KPK, Jakarta, Senin (12/11).

Dalam mengungkap dugaan keterlibatan Lippo Group, KPK telah memiliki sejumlah barang bukti. Termasuk dugaa  keterlibantan James.

Salah satunya bukti rekaman pembicaraan Neneng. Beberapa hari lalu, penyidik telah mengambil contoh suara Neneng.

Menurut Febri hal ini untuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang menyeret sembilan tersangka itu.

"Pasti komunikasi yang kami pegang tersebut itu sangat relevan dan terkait dengan perkara yang sedang disidik ini," ujar Febri.

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Mereka adalah Neneng Hasanah, Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi.

Adapun dari pihak swasta adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Lippo Group Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen. [nes]



Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya