Berita

Ditangkap Bakamla/Net

Pertahanan

Diduga Lakukan Kegiatan Ilegal, Dua Kapal Ditangkap Di Tanjung Priok

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 | 16:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dua kapal yang berlayar di perairan Tanjung Priok, Jakarta Utara ditangkap Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, pada Sabtu (10/11) malam. Kedua kapal ditangkap lantaran diduga melakukan kegiatan ilegal.

Penangkapan itu dilakukan setelah Komandan KN Belut Laut Kompol Heni Mulyono memerintahkan Ketua Pemeriksa, Peltu Saa Sri Pujiono melakukan pengawasan dan proses pemeriksaan terhadap sebuah kapal jenis Motor Tanker (MT) Nusantara Bersinar.

Kapal ini berbendera Indonesia dengan bobot 1130 Gros Tanage (GT) dan tanda selar nomor 3516/BC 2011 PST NO: 6654/L. KM Nusantara Bersinar dinahkodai Eko Yulianto Warga Negara Indonesia (WNI), diawaki 17 Anak Buah Kapal (ABK).


Saat ditangkap kapal MT Nusantara Bersinar disandari oleh kapal SPOB Michael 6, yang diduga akan melakukan bunker minyak jenis HSD sebanyak 50 kiloliter.

Hasil pemeriksaan petugas Bakamla RI dan pengakuan dari nahkoda SPOB Michael 6 tidak dapat menunjukkan dokumen kapal dan muatan minyak HSD tersebut.

“Saat ini petugas Bakamla RI sedang mendalamami pelanggaran yang dilakukan kapal SPOB Michael 6 milik Daved, dinahkodai Sally Putri Anugerah Eni Sambul (WNI) dengan jumlah ABK delapan orang,” ujar Kasubag Humas Bakamla, Mayor Marinir Mardiono dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/11).

“Kapal pengangkut BBM ini memiliki bobot 128 Gros Tonage. Ketika ditangkap kapal sedang melakukan
Dari hasil pemeriksaan tersebut kedua kapal baik SPOB Michael 6 maupun KM Nusantara Bersinar melakukan pengisian BBM jenis HSD Pertamina di laut tanpa dilengkapi surat izin yang sah.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua kapal dikawal menuju perairan Teluk Jakarta guna menjalani proses hukum lebih lanjut,” tukasnya. [ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya