Berita

Catalhoyuk /Net

Jaya Suprana

Catalhoyuk

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 | 07:46 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA tahun 2012, UNESCO mencatat Catalhoyuk ke dalam daftar situs warisan kebudayaan dunia. Petilasan kota tua yang baru ditemukan oleh para arkeolog pada tahun 1958 di kawasan tenggara kota Konya, Anatolia, Turki merupakan sebuah pemukiman era neolitikum yang diduga mulai berkembang sejak sekitar 7000 tahun sebelum Masehi.
 
Peradaban

Masyarakat Catalhoyuk sudah memiliki peradaban yang menguasai keterampilan pertanian dan peternakan bahkan memiliki hewan peliharaan seperti kucing.


Patung-patung mayoritas berbentuk perempuan ditemukan di lumbung-lumbung yang digunakan untuk meyimpan gandum, kacang polong, barley, almond, pistachio, buah-buahan yang dipanen dari ladang pertanian dan perkebunan di bukit-bukit sekitar kota.

Mungkin patung-patung itu dianggap sebagai semacam dewa pelindung hasil pertanian. Domba dan sapi dijinakkan sebagai bukti awal peternakan namun perburuan tetap menjadi sumber utama makanan warga Catalhoyuk.

Peralatan terbuat dari tembikar dan obsidian menjadi produk industri rumah tangga yang juga diperdagangkan sebagai tempat makanan dan minuman bahkan juga cermin. Jangkauan perdagangan Catalhoyuk sampai merambah ke wilayah yang di masa kini disebut sebagai Suriah.

Ada pula indikasi yang menerangai peradaban Catalhoyuk merupakan perintis prototip pertambangan logam pertama di dunia.

Egaliter

Sejauh ini belum ditemukan bangunan dengan ciri status penguasa yang membedakan status sosial pada masyarakat Catalhoyuk.

Dari reruntuhan bangunan yang ditemukan di Catalhoyuk para arkeososiopolitolog menyimpulkan bahwa Catalhoyuk memiliki masyarakat egaliter yang nyaris tidak mengenal hirarki status sosial.

Menyimak minimnya diskriminasi sosial dapat disimpulkan bahwa masyarakat Catalhoyuk menganut falsafah Dwisila yaitu kemanusiaan adil dan beradab serta keadilan sosial untuk seluruh warga Catalhoyuk.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dunia

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya