Berita

Greysia Polii/Apriyani Rahayu/Net

Olahraga

Greysia/Apriyani Dinilai Tertekan Melulu

Fuzhou China Open 2018
MINGGU, 11 NOVEMBER 2018 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kekalahan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak perempat final Fuzhou China Open 2018 menyisakan sejumlah cata­tan untuk bahan evaluasi.

Pasangan ganda putri Indonesia ini ditaklukkan untuk pertama kalinya oleh wakil Korea Lee So Hee/Shin Seung Chan dalam tiga gim dengan skor 17- 21, 21-17, 18-21.

Padahal sebelumnya, Greysia/ Apriyani tak pernah sekalipun bisa dikalahkan pasangan Lee/ Shin. Karena itu, hasil negatif ini mengundang banyak tanda tanya.


Asisten Pelatih Ganda Putri PBSI, Chafidz Yusuf, mengevaluasi permainan Greysia/Apriyani yang berlangsung Jumat malam (9/11) di Haixia Olympic Sports Center.

Greysia/Apriyani, kata dia dinilai tak dapat mengatasi tekanan demi tekanan yang di­hujankan Lee/Shin sejak game pertama.

"Pastinyas mereka tidak bisa keluar dari tekanan lawan, khususnya di game pertama dan ketiga. Lawan mempunyai power dan lebih cepet reaksinya," kata Chafidz dilansir Badmintonindonesia.org.

"Di game kedua sudah bi­sa temukan permainan, tapi kemudian lawan kembali ke pola pertama mereka untuk terus menekan. Kebutuhan pola main di sini kan dise­suaikan dengan lajunya bola yang agak kencang, jadi siapa yang pertahanannya rapat saat adu bola datar dan unggul di permainan depan, mereka yang lebih berpeluang mendapatkan poin," jelas Chafidz.

Ada tiga hal yang menurut Chafidz perlu segera dibenahi oleh Greysia/Apriyani, yaitu antisipasi pukulan lawan, servis, serta peningkatan power pu­kulan.

"Greysia/Apri harus bisa membaca arah pukulan lawan, sehingga mereka bisa antisipasi. Kemudian Greysia juga harus terus memperbaiki servisnya meskipun sekarang sudah jauh lebih baik. Mereka juga harus menambah power pukulan un­tuk bisa mematikan lawan," ujarnya.

Setelah mengikuti Fuzhou China Open 2018, Greysia/Apriyani akan mengikuti turna­men Hong Kong Open 2018 pada pekan depan. ***

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya