Berita

Yusril Ihza Mahendra/RMOL

Politik

Yusril Dipersiapkan Untuk Beri Pembelaan Kepada Jokowi-Ma'ruf Pasca Pilpres

JUMAT, 09 NOVEMBER 2018 | 10:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra resmi ditarik sebagai tim pengacara pasangan Capres dan Cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pengacara kawakan yang juga merangkap sebagai ketua umum PBB itu dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan kubu lawan pasca Pilpres.

Analisis itu dikemukakan oleh pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/11).

"Tugas Yusril termasuk memberikan pembelaan pasca Pilpres 2019 jika Jokowi-Ma'ruf terpilih, dan digugat ke Mahkamah Konstitusi oleh Prabowo-Sandi. Saya melihatnya, tugas ini yang akan dilakukan Yusril," ucap Karyono.


Sejauh ini, sudah beberapa kali tim hukum pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Jokowi-Ma’ruf.

Sambung Karyono, tentu posisi Yusril juga untuk memberikan pendampingan hukum terhadap laporan-laporan tersebut.

"Yusril akan bertugas juga untuk memberikan pendampingan hukum maupun nasihat-nasihat terkait peraturan perundang-undangan kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf selama proses pelaksanaan pemilu," terangnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya