Berita

Diskusi JKSN DKI/Net

Politik

Dominasi Politik Aliran Mengarah Pada Kerusakan Kultural

KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 | 10:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Diskusi dengan tema "Gurita Dominasi Politik Aliran dalam Pilpres 2019" dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang demokrasi dan politik, terkhusus untuk generasi milenial dan pemilih pemula.

Diskusi tersebut diadakan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Korwil DKI Jakarta di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Rabu malam (7/11).

Koordinator Wilayah JKSN DKI, Mutiyarso berpesan, terkait dominasi politik aliran yang kian menguat, tetap jangan lepas silaturahmi.


"Walaupun pandangan politik berbeda, jangan lepas silaturahmi, diskusi. Setelah diskusi terus ngopi," terangnya dalam pengantar diskusi.

Perwakilan dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Aris Adi Laksono yang hadir pada malam itu, menilai, kuatnya dominasi politik aliran akhirnya bukan sekadar pada pemenangan Pilpres, lebih jauh mengarah pada kerusakan kekuatan kultural.

"Politik aliran yang melahirkan stigma-stigma perlu kita bincangkan bersama bagaimana memecahkan itu," ungkap Aris, selaku moderator pada diskusi itu.

Kegiatan yang diagendakan akan digelar tiap dua pekan sekali itu juga menghadirkan narasumber dari Forum Betawi Rempug (FBR). Ketua Umum FBR, Lutfi Hakim menuturkan, kultur kewarasan harus ditumbuhkembangkan.

"Pemilu atau Pilpres kali ini tidak mengajarkan demokrasi, kesantunan dalam politik, kampanye yang sehat. Kita lebih sering hanya mau mendengarkan pihak dari pihak kita sendiri ketimbang dari pihak yang lain," jelas Lutfi.

Menurutnya, saat ini tidak pernah lagi ada objektivitas dan rasionalitas. "Yang ada hanya emosi. Ibaratnya kayak orang lagi jatuh cinta, kata orang Betawi, jadi buta dan tuli," selorohnya.

Teriakan Allahu Akbar pun, lanjut Lutfi, jadi tergradasi maknanya dari Allah Maha Agung menjadi Allah Maha Murka. Namun lebih jauh dirinya optimis nasib Indonesia tidak bakal seperti Suriah sebab masih ada NU dan Muhammadiyah.

"Masih ada NU dan Muhammadiyah, produk dari kekuatan kultural Indonesia. Jadi tidak bakal seperti Suriah," tegasnya.

Dirinya juga berpesan, dalam demokrasi yang dicari adalah pemilih bukan suara. Jika yang dicari suara, maka yang ada hanyalah kegaduhan.

"Yang kita cari vote, bukan voice. Pemilih atau suara? Jika cari voice, maka yang ada hanya kegaduhan. Mendukung salah satunya tidak harus menurunkan derajat kita jadi cebong atau kampret," pungkasnya.

Dalam diskusi tersebut hadir pula narasumber lain, Kornas Relawan Eks Alumni 212, Amsori; Ketua Umum Barisan Milenial Ma'ruf Amin, Ilyas Indra Damarjati, dan; Laskar Rakyat Jokowi, Hanibal Hamidi. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya