Berita

Taufik Kurniawan/Net

Hukum

Diperiksa 7 Jam, Taufik Beberkan Penerima Suap DAK Kebumen

RABU, 07 NOVEMBER 2018 | 21:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan jalani pemeriksaan penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/11).

Taufik menjalani pemeriksaan kurang lebih tujuh jam sejak kedatangannya siang tadi.

Ia menjalani pemerikaaan sebagai saksi untuk tersangka korporasi yakni PT Putera Ramadhan (PR) atau PT Tradha dalam kasus dugaan tindak pencucian uang (TPPU) Bupati Kebumen nonaktif Mohammad Yahya Fuad.


PT Tradha merupakan perusahaan yang diduga milik Yahya dengan meminjam bendera sejumlah perusahaan untuk mengerjakan proyek jalan di Kebumen.

Wartawan yang sudah menunggu langsung menanyakan ihwal pemeriksaan saat Taufik keluar dari Gedung KPK.

"Untuk materi pemeriksaan, semua sudah saya sampaikan dan bisa ditanya sama penyidik," ujar Taufik.

Adapun materi yang disampaikan Taufik adalah sejumlah fakta-fakta yang diketahuinya terkait PT Tradha. Termasuk juga soal siapa saja yang ikut menerima aliran dana DAK Kebumen. Mengingat perkara yang membelitnya berkaitan dengan keputusan anggaran yang dibahas di DPR RI.

"Tunggu saja ya, nanti ada tanggal mainnya," ujar Taufik sambil berlalu ke mobil tahanan yang mengunggunya.

Taufik Kurniawan menjadi tahanan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap pengelolaan DAK Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Wakil Ketua Umum PAN ini diduga menerima komitmen fee lima persen dari Yahya untuk meloloskan DAK Kebumen yang berasal dari APBN-P 2016. [nes]


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya