Berita

Politik

Andi Arief: Petahana Kehilangan Tema Gunakan Kebencian Sebagai Senjata

RABU, 07 NOVEMBER 2018 | 14:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pilpres dan pileg melibatkan rakyat dan koalisi yang luas. Tanpa otokritik terbuka seperti partai pendukung Pak Jokowi akan terlihat seperti vocal group tahun 80-an.  

Otokritik tertutup dilakukan jika tidak melibatkan partisipasi rakyat dan untuk satu kekuatan politik tersentral, ungkap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief melalui twitt akun pribadinya @AndiArief_.

Masih melalui akun twitternya, Andi mencuit, karena tidak ada dinamika internal atau bahkan tanpa otokritik di kubu petahana, akibatnya semua juru bicaranya serentak menyerang kampanye Prabowo - Sandi. Tetiba menjadi pengamat kampanye. Itulah dahsyatnya politik turun ke bawah, cuit Andi.


Menurut Wasekjen Partai Demokrat ini, kubu petahana cerdas dan kritis yang akan membuat oposisi dan ruang publik menjadi menggairahkan.

"Sebaliknya petahana yang kehilangan tema tak terhindar menggunakan kebencian sebagai senjata. Apalagi didukung aparat kekuasaan dan media. Selama media berfihak, petahana itu lemah," cuit Andi.

Kalau tidak mau lakukan otokritik karena alasan disiplin, tulis Andi...aaih bisa dipahami. Tetapi kalau alasannya karena takut pada ancaman hukum dan kran logistik dimatikan oleh kekuasaan -atau takut tak dapat jabatan- ngapain repot2 cari teori buat petahana.

"Dari Sekjen PDIap Hasto di hulu sampai politisi muda @TsamaraDKI di hilir, seperti barang cetakan. Penuh puja-puji, kemiskinan turun satu digit, bahaya indonesia seperi suriah, sampai Jokowi tukang yang bangun jalan. Politisi dan intelektual "tukang" marak lagi," cuit mantan Staf Khusus Presiden SBY ini. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya