Berita

Yusril Ihza Mahendra/net

Politik

Yusril Seperti Menampar Balik Jokowi

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 | 19:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Keputusan pakar hukum, Yusril Ihza Mahendra, menjadi pengacara bagi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, ditafsirkan secara beragam oleh masyarakat.

Langkah itu memang mengejutkan. Dalam politik, Yusril masih menjabat Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang secara politik kerap berseberangan dengan pemerintah. Sebagai advokat, mantan Menteri Kehakiman itu merupakan pembela Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang dibubarkan pemerintahan Jokowi.

Maka bisa jadi keputusan Yusril bergabung dengan barisan Jokowi-Ma'ruf sebagai "jalan memutar" mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pendapat ini disampaikan tokoh militer Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo.


"Yusril mungkin lagi mendukung Paslon 2 dengan cara mendukung Paslon 1. Caranya: Yusril kuasa hukum HTI, ex. HTI akan ikut Yusril. Jika Yusril dukung Paslon 1, ex. HTI akan dukung Paslon 1," tulis Prabowo di halaman facebook pribadinya, pagi tadi.

Menurut dia, ini seperti tamparan politik balik bagi Jokowi-Ma'ruf yang selama ini mencoba "mengunci" lawannya di Pilpres 2019 dengan isu HTI.

"Yusril mungkin lagi memberi pelajaran politik pada bangsa ini dengan cara mendukung Paslon 1. Berpolitiklah dengan waras dan cerdas. Jangan mau dipecah belah dengan isu radikalisme melalui HTI. Indonesia akan di Syiria-kan. Musuh bangsa ini kebodohan, bukan radikalisme," lanjut Prabowo.

Jadi, lanjut Prabowo, bisa jadi ada politik tingkat tinggi di atas politik tinggi yang tak tersentuh oleh politisi, apalagi orang awam.

"Mari kita nikmati dan pelajari sambil berdoa Tuhan mentakdirkan yang terbaik buat Indonesia. Berpikirlah tentang Indonesia," tutupnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya