Berita

Ilustrasi/Net

Politik

PDIP Belum Rasakan Dampak Polemik Tampang Boyolali

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 | 19:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Polemik 'tampang Boyolali' yang disampaikan calon presiden Prabowo Subianto tidak mempengaruhi signifikan dukungan untuk PDI Perjuangan, baik di Boyolali maupun Jawa Tengah secara keseluruhan.

"Memang kita belum ukur soalnya saya biasa berbicara dengan basis data. Jadi saya tidak mau komen asal-asalan tanpa basis data, tapi feeling saya tidak signifikan," jelas politisi senior PDIP Bambang DH usai menghadiri diskusi di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Selasa (6/11).

Bambang mengaku akan mengutus timnya untuk melakukan survei pasca polemik pernyataan Prabowo. Sebelumnya, serangan balik terhadap kubu PDIP di Boyolali yang dimotori Bupati Seno Samodro begitu deras.


Seno kemudian dilaporkan kubu pendukung Prabowo ke Bawaslu dan Bareskrim Polri dengan tuduhan ujaran kebencian.

"Saya akan utus tim ke sana untuk survei. Jadi biar ada dasar akademiknya," kata Bambang.

Mantan wali Kota Surabaya itu menambahkan, dalam berpolitik menjadi hal biasa jika ada upgrade dan downgrade dari kubu lawan. Menurut Bambang, polemik tampang Boyolali sengaja dihembuskan untuk melakukan down grade terhadap kubu petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Ya kalau kita di-downgrade, kita upgrade lagi dengan story telling keberhasilan kita," imbuhnya. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya