Berita

Wiranto bersama delegasi delapan negara dalam pertemuan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism/RMOL

Pertahanan

Indonesia Dan 8 Negara Buat Program Baru Pemberantasan Terorisme

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 | 18:48 WIB | LAPORAN:

Indonesia dan Australia melaksanakan pertemuan dengan sembilan negara dalam membahas penanggulangan Terorisme di Hotel Fairmount, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjelaskan pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan di Manado pada 19 Juli 2017 lalu yang membahas upaya negara-negara di kawasan regional tindak pidana terorisme melalui satu penguatan kerjasama, yang telah ada.

Selain itu dalam pertemuan ini juga merancang program-program baru untuk memerangi terorisme yang juga menggunakan berbagai media dan cara-cara baru baik teknis maupun taktik dalam melaksanakan perekrutan, penyebaran doktrin maupun tindakan terorisme.


Menurut Wiranto program baru yang dirancang itu juga bercermin dengan kejadian kekeasan terorisme di Surabaya yang menggunakan keluarga, terutama perempuan dan anak.

Oleh karena itu, sambung Wiranto, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia yakni bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil untuk penggulangan terorisme.

"Pemerintah Indonesia pun harus bekerjasama dengan pemerintah yang lain. Terorisme tidak kenal batas negara dan undang-undang manapun, yang dipatuhi adalah undang-undangnya sendiri yang menerobos batas negara," kata Wiranto saat jumpa pers di sela pertemuan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism.
 
Pertemuan ini dihadiri menteri dan setingkat menteri dari sembilan kawasan regional negara yakni Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand. Pertemuan membahas perlunya kerja sama penanggulangan terorisme antar negara.

Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Jakarta Working Group pada 2019. Akan dirumuskan kerja sama negara-negara melawan terorisme.

Selain itu, para pemilik media sosial akan digandeng untuk membendung penyebaran paham terorisme.

"Kita juga bicarakan tadi, bagaimana swasta atau pengelola media sosial dengan pemerintah bisa kerja sama untuk blok penggunaan media sosial untuk maksud-maksud negatif. Media sosial untuk kepentingan kejahatan," demikian Wiranto. [nes]
 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya