Berita

Foto: Humas Lion Air

Nusantara

Lion Air Serahkan 7 Jenazah Korban PK-LQP Ke Keluarga

MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 | 23:34 WIB | LAPORAN:

Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto secara simbolis telah menyerahkan tujuh jenazah yang teridentifikasi kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto, Jakarta Timur, petang tadi (Minggu, 4/11).

Penyerahan tersebut disertai juga dengan surat keterangan kematian korban kecelakaan korban pesawat Lion Air JT-601 dengan nomor registrasi PK-LQP.

Tujuh jenazah yang kembali berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pada hari ini yakni Dodi Junaidi, Muhammad Nasir, Janry Efriyanto Siantur Karmin, Harwinoko, Verian Utama, Rohmanir Pandi Sagala.


Semua perwakilan keluarga hadir, kecuali keluarga Karmin yang masih dalam perjalanan dari Pangkalpinang ke RS Polri.

"Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan," kata Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro melalui siaran pers yang diterima redaksi.

Danang memastikan dukungan Lion Air untuk hal yang dibutuhkan oleh keluarga, termasuk memberikan uang tunggu kepada keluarga sebesar Rp 5 juta, uang kedukaan Rp 25 juta serta uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011 yaitu Rp 1,250 miliar ditambah penggantian bagasi menurut peraturan tersebut Rp 4 juta.

"Namun untuk penggantian bagasi Lion Air akan memberikan Rp 50 juta," jelas Danang.
 
Total ada 14 penumpang yang sudah teridentifikasi. Tiga jenazah diketahui pada Sabtu (3/ 11) atas nama Fauzan Azima, Wahyu Susilo dan Endang Sri Bagus Nita. Pada hari Jumat (2/11) yakni Chandra Kirana, Monni, dan Hizkia Jorry Saroinsong. Sedangkan satu jenazah yang sudah teridentifikasi Jumat (31/10) atas nama Jannatun Shintya Dewi.

"Lion Air tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko JT-610," kata Danang.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya