Berita

Nusantara

Dapat Dukungan Mudzakarah Alim Ulama, Jokowi-Ma'ruf Sesuai Kriteria Pemimpin

MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 | 15:49 WIB

Mudzakaroh Alim Ulama Indonesia mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan petahana nomor urut 01, Ittifaq (kesepakatan) ulama itu menyatakan Jokowi-Ma'ruf sebagai pasangan capres-cawapres yang memenuhi kriteria.

Alasannya, pasangan Jokowi-Ma'ruf sesuai dengan kriteria seorang pemimpin. Di antaranya, beriman, jujur, terpercaya, transparan, berkompetensi, arif, santun, dan memiliki komitmen kebangsaan dan keumatan.

"Ini kan merupakan suatu pengakuan dari para ulama, yaitu memberikan panduan kepada masyarakat. Ini kan, istilahnya bisa menjadi pedoman bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya," ujar Ma'ruf Amin di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Minggu (4/11).


Dalam deklarasi bersama alim ulama dan umara itu pula menegaskan komitmen untuk melanjutkan pembangunan ekonomi keumatan yang berkeadilan di Tanah Air.

"Ya, tentu kemitraan, distribusi aset, bagaimana produk-produk masyarakat itu diberi nilai tambah ke depan, memperbesar peran ekonomi kreatif," ujarnya.

Untuk itu, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mendorong masyarakat supaya memaksimalkan kompetensi diri dan juga diberikan semangat untuk berkompetisi.

"Tanpa semangat itu enggak bisa kita maju, semangatnya, kemampuannya, kompetensinya harus kita dorong," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Arus Baru Indoensia, Muhamad Azrul Tanjung mengatakan, Mudzakaroh dukungan dari berbagai organisasi masyarakat, salah satunya berlatar belakang NU, ada dari unsur pondok pesantren dari berbagai Indonesia.

"Tentu, yang kita usung ekonomi syariah, konsep syariah itu merupakan ekonomi keadilan," ujar Azrul Tanjung.

Ia pun akan berusaha untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di berbagai daerah daerah yang kantong suaranya kecil seperti Jawa Barat, Riau, dan daerah lain. "Di Banten, bisa maksimal bisa 60 Persen suara," katanya. [rry]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya