Berita

Jokowi dan Kaesang/Net

Politik

“Dasar Ndeso” Kaesang Dan “Tampang Boyolali” Prabowo

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 | 17:33 WIB

TAHUN lalu, tepatnya pada medio 2017, putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep sempat membuat heboh dengan vlognya.

Vlognya berupa kritik-kritiknya atas topik (isu) publik seputar demo, pengkritisan atas penyebutan pengkafiran dan lain-lain. Ada yang menarik dari kata-kata atau kalimat yang terdapat dalam konten vlog tersebut, Kaesang menyebut kata-kata “dasar ndeso!”.

Makna Ndeso (sebutan dalam bahasa Jawa) adalah desa atau kampung. Tentu Kaesang tidak bermaksud mengecilkan makna “ndeso” atau desa atau kampung atau kampungan dalam vlognya. Tentu juga bukan maksudnya untuk mengejek orang-orang yang dimaksudnya adalah “ndeso” atau kampungan.


Bukan bermaksud pula bahwa ndeso atau desa atau kampung adalah sesuatu yang negatif atau tidak baik. Kaesang hanya menyampaikan ekspresi, pendapat dan pemikirannya. Diharapkan pula bahwa orang-orang desa, orang kampung tidak tersinggung atas ungkapan “dasar ndeso” Kaesang Pangarep.

Baru beberapa hari lalu, capres Prabowo Subianto pun mendapat sorotan atas pernyataannya seputar “tampang Boyolali”.

Pada suatu kesempatan di Boyolali, capres Prabowo berpidato di hadapan masyarakat dan pendukungnya, mengungkapkan makna tersembunyi ketimpangan atas modernitas dan sosial masyarakat. Yang mana capres Prabowo menyebut bahwa hotel-hotel mewah di Jakarta tersebut kemungkinan akan meragukan apabila ada masyarakat bertampang Boyolali akan bisa menginap di hotel-hotel mewah tersebut.

Tentu Pak Prabowo tidak bermaksud untuk mengecilkan raut/ tampang orang-orang Boyolali. Ada makna yg tersirat atas maksud ungkapan, atau sindiran (teasing) tersebut adalah makna ketimpangan sosial yang terjadi di negeri ini.

Bahwa Pak Prabowo memiliki gaya bahasa retorika tersendiri tentu akan berbeda satu sama lainnya. Termasuk juga berbeda gaya bahasa, retorika dengan Kaesang Pangarep dan Jokowi.

Pak Prabowo, Kaesang Pangarep putra bungsu Presiden Joko Widodo, termasuk juga Pak Jokowi pernah menggunakan istilah “ndeso” tidak bermaksud mengecilkan makna, atau tidak bermaksud dengan sengaja meremehkan orang-orang desa (kampung) termasuk juga mengecilkan makna Boyolali. [***]

Suhendra Ratu Prawiranegara

Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya