Berita

Chappy Hakim (dua dari kiri)/RMOL

Politik

Chappy Hakim: Indisiplin Penyebab Utama Kecelakaan Penerbangan

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 | 09:58 WIB | LAPORAN:

. Ketidakpatuhan atau indisiplin menjadi salah satu penyebab kecelakaan pesawat. Baik itu disiplin internal maskapai penerbangan dan disiplin pengawasan yang dilakukan pemerintah.

Pengamat penerbangan, Chappy Hakim mengatakan, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya kecelakaan penerbangan di Tanah Air.

Pertama, disiplin diri yang tinggi (internal maskapai). Disiplin diri yang tinggi dijelaskannya bisa membuat semua masalah penerbangan bisa diatasi.


"Sebenarnya refleksi disiplin pelaku penerbangan itu mudah. Pesawat on time, akibat dari banyaknya penumpang. Kita sering juga dengar dari media, kadang-kadang delay itu terkadang chaos, dan kemudian petugasnya kabur," sebut Chappy dalam diskusi bertajuk "Awan Hitam Penerbangan Kita" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11).

Faktor kedua, pengawasan penerbangan yang dilakukan oleh regulator, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Pengawasan penerbangan yang ketat akan mampu membuat sebuah maskapai untuk memperketat pengawasan penerbangan di internal.

"Harus ada pengawasan yang tinggi," tekan Chappy yang juga mantan KSAU.

Ketiga, harus ada sanksi tegas yang diberikan oleh Kemenhub jika memang sebuah maskapai penerbangan melakukan pelanggaran.

"Tiga simpul ini kalau tidak terjadi, maka sangat mungkin menyebabkan terjadinya kecelakaan," demikian Chappy Hakim. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya