Berita

Taman Nasruddin di Aksehir-Turki/Rep

Jaya Suprana

Nasruddin

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 | 07:31 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI khasanah sastra dunia kerap tampil para tokoh terkesan sontoloyo namun sebenarnya memiliki makna lebih mendalam untuk direnungi oleh mereka yang mau dan mampu merenunginya, misalnya Diogenes, Rabi Hilel, Chuang Tse, Baron von Munchausen, Abu Nawas, Till Eulenspiegel, Piovano Arlotto, Pierrot, Harlekin, Falstaff, Feste, Autolycus, Sancho Pancha, Pinokio, Punakawan, Sabdo Palon, Naya Genggong, Mukidi, Si Pandir dan Nasruddin.

UNESCO

Tidak kurang dari lembaga kebudayaan PBB, UNESCO sempat resmi memaklumatkan tahun 1996-1997 sebagai The International Nasruddin Year.


Prof. Mikail Bayram dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa nama lengkap Nasruddin adalah Nasir ud-din Mahmmod al-Khoyi dilahirkan di kota Khoy, provinsi Azerbaijan Barat dan menjadi cantrik Fakhr al-Dina al-Razi di Herat.

Nasruddin diutus Khalif Baghdad ke Anatolia, Turki untuk melawan invasi kaum Mongol. Di Kayseri, Nasruddin menjadi kadi alias hakim Islam maka di dalam kisah Nasruddin kerap tampil tema hukum di samping religius.

Di tengah kemelut invasi Mongol, Nasruddin menjadi oposisi politik kaum Rumi Persia maka kerap disebut oleh Masnawi pada anekdot juha. Nasruddin juga menjad vazir pada kepemerintahan Kaykaus II.

Akibat aktifitas di berbagai kota di berbagai kawasan dan konsisten melawan invasi Mongol dengan kepribadian terkesan sontoloyo, Nasruddin populer di masyarakat kebudayaan Turki, Arab, Persia, Rusia, Afganistan sampai China yang sempat menderita akibat invasi Mongol.

Nasruddin dimakamkan di Aksehir, Turki di mana setiap tahun pada tangggal 5 sampai dengan 10 Juli diselenggarakan The International Nasruddin Hoja Festival.

Sontoloyo

Luar biasa berlimpah jumlah kisah Nasruddin yang bahkan masih terus berkembang dalam berbagai bahasa.

Satu di antara kisah Nasruddin terkesan sontoloyo namun pada hakikatnya mengandung makna jauh lebih mendalam untuk direnung oleh mereka yang mau dan mampu merenung seperti Bertrand Russel, Ludwig Wittgenstein atau Jean Paul Sartre akibat kandungan makna logika eksistensialistik adalah alkisah Nasruddin berkeliaran di jalan umum sambil mengumpat lalu bersyukur-alhamdullilah lalu mengumpat lalu bersyukur-alhamdullilah dan seterusnya.

Ketika ditanya kenapa berperilaku sontoloyo seperti itu, Nasruddin menjawab bahwa dia sedang berkeliaran mencari keledainya yang hilang maka mengumpat akibat jengkel kedelainya hilang kemudian bersyukur-alhamdullilah berkat dia tidak sedang mengendarai keledainya yang hilang sehingga dirinya tidak ikut hilang bersama keledai yang dikendarainya. [***]

Penulis adalah pendiri Perhimpunan Pencinta Humor dan Pusat Studi Humorologi.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya