Berita

Idrus Marham/RMOL

Hukum

Idrus Marham Marah Eni Saragih Ambil Uang Dari Johannes Kotjo

KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 | 15:32 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Mantan Menteri Sosial RI, Idrus Marham dihadirkan untuk memberikan kesaksian dalam persidangan perkara korupsi proyek PLTU Riau-1 untuk tersangka Johannes Kotjo.

Idrus menceritakan kenapa dia emosi saat penyidik KPK melakukan penangkapan terhadap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih.

Bukan tanpa sebab, kemarahan Idrus disebabkan pengakuan Eni bahwa dia baru saja mengambil uang dari Kotjo melalui salah satu staf pemegang saham Blackgold Natural Resources itu.


"Eni bilang dia baru ambil uang itu dari staf Bang Kotjo," ujar Idrus dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (1/11).

Idrus menyebutkan sebelum dibawa KPK, dia sempat bertanya berapa banyak uang yang diambil. Eni saat itu mengaku bahwa dia mengambil Rp. 500 juta.

"Setelah itu keesokan harinya itu dimuat di media ternyata Eni sudah mengambil lebih dari Rp 4 miliar," kata Idrus.

Emosi Idrus semakin memuncak dikarenakan Eni sempat meminta pinjaman uang kepada mantannya tidak lama setelah Lebaran.

"Saya kirim waktu itu ada 18 ribu dolar Singapura, saya bilang ini (uang) untuk obat saya," demikian Idrus.

Dalam kasus dugaan suap Proyek PLTU Riau-1, Idrus dituding telah menerima suap dari pemilik saham Blackgold Nature Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang merupakan salah satu konsorsium Proyek PLTU Riau-1.

Kotjo adalah tersangka yang diduga telah memberikan suap kepada Idrus terkait suksesi kontrak jual beli tenaga listrik atau Power Purchase Agreement PLTU Riau-1 kepada pihak konsosrsium.

Imbalannya, Idrus disinyalir telah menerima jatah sebesar 1,5 juta dolar AS dari Kotjo. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya