Berita

James Riady di KPK/RMOL

Hukum

James Riady Dan Neneng Mengaku Pernah Bertemu

SELASA, 30 OKTOBER 2018 | 21:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. James Riady dan Neneng Hasanah Yasin sama-sama mengaku pernah bertemu. Keduanya tak mengakui bahwa pertemuan tersebut membicarakan soal perizinan proyek Meikarta.

"Saya ada bertemu sekali dengan ibu bupati, ya itu pada saat beliau baru saja melahirkan," ujar James Riady, petinggi Lippo Group usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10).

Ditempat yang sama, Bupati Bekasi (non-aktif) Neneng Hasanah Yasin yang sudah ditetapkan KPK menjadi tersangka suap perizinan proyek Meikarta memberi pengakuan serupa.


"Iya. Ya bicara umum saja, bicara umum," ujar Neneng usai diperiksa dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta, Selasa (30/10).

Menurut James, pertemuan dengan Neneng tidak membicarakan izin. "Tidak ada pembicaraan mengenai bisnis atau apapun dengan beliau," aku petinggi Lippo Group ini.

Seperti diketahui, KPK telah menangkap dan menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta.

Mereka adalah Bupati Bekasi (non-aktif) Neneng Hasanah, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi.

Neneng dan lima pejabat dinas di Kabupaten Bekasi diduga menerima suap berupa komitmen fee sebesar Rp 13 miliar untuk memuluskan izin pembangunan proyek Meikarta.

Sementara dari Lippo Group, yang diduga sebagai pemberi suap, juga ditetapkan KPK menjadi tersangka. Adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Lippo Group Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

Sebelumnya, KPK menggeledah rumah James Riady pada pertengahan Oktober lalu.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya