Berita

Massa Aksi GL-Hoax/Net

Hukum

KPK Jangan Mau Digiring Demo Pesanan Politik

SENIN, 29 OKTOBER 2018 | 18:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Lawan Hoax (GL-Hoax) menyambangi gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (29/10).

Mereka meminta kepada lembaga antirasuah agar bisa membedakan antara fitnah dan fakta yang disampaikan oleh segelintir orang.

"KPK harus bisa bedakan antara fakta dan fitnah, jangan mau tergiring dengan demo pesanan politik untuk menjatuhkan nama TGB (Tuan Guru Bajang)," kata Koordinator GL Hoaks, Ibrahim dalam keterangan tertulis.


Lebih lanjut, Ibrahim berharap, KPK yang dipimpin Agus Rahardjo cs tidak masuk angin dengan desakan-desakan elit dan pendemo pesanan yang punya motif politis dengan sengaja untuk menyebar berita bohong alias fitnah untuk menyerang Muhammad Zainul Majdi alias TGB, mantan Gubernur NTB.

Massa GL-Hoax juga menuding ada pihak yang sengaja membuat framing negatif dan menyesatkan untuk menjatuhkan pamor TGB.

"Ini jelas ada framing negatif untuk menjatuhkan seorang ulama yakni TGB," sebut Ibrahim.

Padahal, kata dia, dari pemberitaan KPK bahwa kasus ini belum memasuki tahap penyelidikan, namun masih di level klarifikasi informasi dan pengumpulan bahan keterangan.

"Janganlah menafsirkan sendiri data-data tersebut," katanya lagi.

Lebih jauh, Ibrahim mengaku jelang Pilpres 2019 ini, aroma politik semakin memanas. Bahkan isu-isu untuk menyudutkan lawan politik pun dilakukan dengan menghalalkan segala cara.

Pihaknya mencium dalam waktu dekat akan ada gerakan aksi demo pesanan untuk mendesak kasus dugaan korupsi divestasi saham PT Newmont di NTB.

"Kami tidak ingin ulama kami TGB dikriminalisasi," tutup Ibrahim. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya